Workshop Research and Innovation

Jember, 16 Desember 2016

Kegiatan Workshop Research and Innovation yang diadakan oleh Lembaga Penelitian (Lemlit) Universitas Jember bertujuan untuk mengajak semua dosen Universitas Jember dan peneliti terkait dengan kebijakan penelitian program kemampuan dari Kemenristekdikti. Acara yang digelar di lantai 3 rektorat Universitas Jember dihadiri oleh 250 peserta diantaranya 185 dosen Universitas Jember dan sisanya berasal dari PTN dan PTS Karisidenan Besuki raya.

Ketua panitia, Ahmad Naufiq, menyampaikan “ kegiatan ini mendatangkan CSIRO dari Australia dan DRPM Dirjen Penguatan Riset Kemenristekdikti yang akan memberikan informasi dan ilmu penelitian-penelitiannya.” tuturnya. Harapannya agar acara ini bisa meningkatkan kualitas dan kuantitasnya penelitian-penelitian dan teknologi secara nasional dan internasional bisa terupdate.

Kondisi penelitian di Jember kuantitasnya sampai saat ini dari tahun ke tahun semakin meningkat, terlihat dari proses reward yang telah di dapat dari luar negeri dan jumlah penelitian yang semakin meningkat. Sedangkan kualitasnya dapat dilihat dari segi penelitian-penelitian yang dari CDAST dan peneliti-peneliti sudah meningkat, hilirisasi hasil penelitian oleh industri dan diterapkan oleh produksi.

Wakil Rektor 3, Sulthon, memaparkan “ hasil penelitian seharusnya tidak berhenti begitu saja, targetnya akan mengadakan monev dalam bidang riset lalu bergabung riset dan publication dengan CSIRO dan yang tidak kalah pentingnya tanggal 1 januari 2018 akan diproyeksikan dan dilaksanakan Badan Layanan Umum (BLU) yang hal itu bergabung di dalam unit bisnis kampus.” tuturnya.

Harapannya riset akan membawa maanfaat besar bagi Universiats Jember dan nama Universitas Jember masuk sebagai studi yang ada unggulannya tiap-tiap fakultas. Lalu bagi CPNS akan mendapatkan dana BLU selama 2 tahun dengan syarat akan mengikuti perlombaan penelitian yang akan mendatang.

Michaela Cosijn dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO) Australia memaparkan 3 concept of innovation, yang pertama inovasi teknologi, yang kedua inovasi organisasi, dan yang terakhir adalah inovasi kelembagaan. Michaela sebagai research scientist juga mengajak para peserta yang terdiri dari para pengajar untuk bekerjasama mengembangkan penelitian dengan CSIRO yang notabenya adalah Lembaga ilmu pengetahuan Australia. Michaela juga menambah tentang proyek ARISA. Proyek ARISA akan mendukung dan mengembangkan kerjasama penelitian yang merupakan kolaborasi antara pihak lembaga penelitian dengan usaha agribisnis swasta dalam upaya komersialisasi inovasi yang tersedia, atau sebaliknya, pihak swasta bermitra dengan lembaga penelitian, dan terletak di Indonesia Timur (Jawa Timur, NTT dan NTB). Di samping itu ARISA tidak hanya menyediakan bantuan finansial tapi juga non finansial (seperti pelatihan).

Fokus kegiatan ARISA adalah pada penelitian terapan dan adaptif untuk mengkomersialisasikan inovasi-inovasi yang ada sekarang di Indonesia Timur, bukan tertuju pada penelitian untuk menghasilkan pengetahuan atau teknologi baru.(Nis/Del)

Leave us a Comment