Wildi Si Kidal, Rebut Juara III UB Open 2016

Jember, 22 Agustus 2016

Muhammad Faisal Wildi, mahasiswa Program Studi Administrasi Negara, FISIP Universitas Jember tampil sebagai juara III dalam kejuaraan nasional tenis meja Universitas Brawijaya (UB) Open 2016. Kejuaraan nasional tahunan antar mahasiswa se-Indonesia yang berlangsung tanggal 16-21 Agustus 2016 lalu ini diikuti oleh 99 peserta. Dalam perebutan juara ketiga, Wildi berhasil mengalahkan Faris yang merupakan utusan dari Universitas Negeri Malang. Wildi yang bermain dengan menggunakan tangan kiri cukup membuat lawan-lawannya kerepotan.

Wildi sendiri menyatakan cukup puas dengan pencapaiannya di kejuaraan nasional UB Open 2016. Pasalnya lawan-lawan yang dihadapi di Malang tergolong lawan tangguh, sementara persiapannya dirasa masih kurang maksimal. Maklum Wildi harus bolak balik Jember-Bondowoso guna berlatih. “Walau kuliah di kampus Tegalboto, tapi kebetulan domisili saya di Tamanan, Bondowoso. Jadi untuk berlatih, yah terpaksa pulang pergi dari Bondowoso ke Jember,” ujar mahasiswa angkatan 2013 ini.  “Walaupun cukup melelahkan, namun rasa lelah itu kini sudah terobati dengan gelar juara yang saya raih,” ujar Wildi saat bertemu Rektor Universitas Jember (22/8).

Ternyata koleksi piala Wildi sudah cukup banyak. Mahasiswa yang mulai berlatih tenis meja semenjak kelas lima sekolah dasar ini baru saja menjadi juara III dalam ajang yang berbeda yang digelar di Buleleng, Bali. Tidak hanya itu saja, tahun lalu dirinya meraih juara III dalam Pekan Olah Raga Daerah (Pomda) Jawa Timur yang digelar di Surabaya. Daftar prestasi ini bertambah panjang dengan prestasi lainnya.

“Saya terus berlatih, mematangkan sisi teknik dan khususnya sisi mental. Agar tidak mentok di peringkat tiga terus. Saya akui jika sudah masuk ke babak perempat final, konsentrasi saya masih sering terpecah sehingga kurang fokus menghadapi lawan,” tutur Wildi sambil tersenyum. Permasalahan mental bertanding yang dihadapi oleh Wildi ini, diiyakan oleh pelatihnya, Nanang Samsul Arifin yang juga merupakan staf di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember.

Menurut Nanang, sebenarnya Wildi sudah memiliki modal besar, yakni bermain dengan tangan kiri. “Wildi ini kan kidal, jadi secara teknik sangat menguntungkan karena permainannya susah ditebak. Padahal banyak lawan yang tidak terbiasa dengan bola yang datang dari arah kiri,” ujar sang pelatih Nanang Samsul Arifin saat ditemui setelah menemani Wildi menyerahkan piala kepada Rektor Universitas Jember. Kebetulan selama kejuaraan berlangsung, Nanang mendampingi anak asuhnya sehingga tahu persis jalannya lomba.

Selama latihan, Nanang menggenjot kemampuan Wildi dengan memberikan sparring partner pemain tenis meja yang bermain dengan tangan kanan, agar permainan Wildi makin berkembang. “Tinggal kini memperbaiki sisi mental, agar Wildi makin tangguh di kejuaraan selanjutnya. Dia juga masih harus banyak berlatih menerima serangan dari lawan yang gaya mainnya dengan tangan kanan, tujuannya agar bola pukulan Wildi makin susah dikembalikan oleh lawan,” imbuhnya menutup obrolan siang itu. (mun)

Leave us a Comment