WETO Fakultas Farmasi Tarik Perhatian Mahasiswa Filipina

 

Jember, 5 September 2016

Wahana Edukasi Tanaman Obat (WETO) Fakultas Farmasi Universitas Jember yang terletak di Agrotechnopark, Jubung, ternyata menarik perhatian para mahasiswa School of Health Care Profession, University of San Carlos (USC) Filipina. Fasilitas edukasi mengenai tanaman obat yang memiliki lebih dari 200 jenis tanaman obat ini, menjadi sumber belajar yang mengasyikkan bagi 14 mahasiswa beserta dua orang dosennya. Para mahasiswa dan dosen USC hadir di Universitas Jember dalam rangka mengikuti program Culture Immersion Batch 3 yang digelar dari 25 Agustus hingga 2 September 2016.

Ketertarikan ini disampaikan langsung oleh Alloy Trixia, salah seorang mahasiswi USC, seusai mengunjungi WETO bersama koleganya (30/8). “Kami mendapati banyak sekali tanaman obat di WETO, membuat kami antusias dan tertarik untuk belajar lebih dalam. Tidak hanya tanaman obat, bibitnya pun tersedia. Dan yang lebih memudahkan kami untuk belajar, pada setiap tanaman obat tersebut terdapat informasi lengkap mulai dari nama ilmiah, hingga informasi kegunaan tanaman obat tersebut untuk apa,” ujar mahasiswi semester 7 tersebut.

Alloy pantas tertarik, pasalnya fasilitas serupa tidak dijumpainya di kampusnya. “Di WETO tampilan tanaman obatnya sudah terstruktur dengan rapi. Misalnya saja sudah ada informasi mengenai bagaimana mengolah tanaman obat tertentu, kegunaannya untuk apa dan seterusnya. Pantas jika sudah banyak obat yang sudah dihasilkan. Jika dibandingkan dengan di kampus kami sangat berbeda, karena di kampus kami fasilitas seperti ini belum ada, padahal di Filipina juga banyak tanaman obat,” tambahnya.

Gadis manis ini lantas menceritakan bahwa di Cebu City, lokasi kampus USC berada, umumnya  masyarakat masih mengolah tanaman obat dengan cara yang masih sangat tradisional. Hal ini karena kajian mengenai tanaman obat belum banyak dilakukan. “Di Cebu City dan di lingkungan kampus kami, pengolahan tanaman obatnya masih sangat tradisional. Hanya dibuat ramuan saja. Makanya kebanyakan orang Filipina lebih tertarik dengan obat kimia. Berbeda dengan disini, sangat beragam, bukan hanya diolah menjadi ramuan namun ada juga yang diolah menjadi bentuk ekstrak hingga bentuk gel dan salep,” cerita Alloy.

Sementara itu Dekan Farmasi Universitas Jember, Lestyo Wulandari, turut merasakan antusiasme mahasiswa dan koleganya dari Filipina. “Mereka sangat excited, selama berkunjung ke WETO. Antusiasme ini ditunjukkan dengan giatnya mereka mencari informasi lengkap mengenai tanaman obat, dan aktif melakukan diskusi,” papar Lestyo Wulandari. Lestyo juga menjelaskan bahwa WETO memiliki berbagai fasilitas yang terbuka bagi khalayak umum. Misalnya kebun tanaman obat, gedung rimpang yang menyerupai akar tanaman jahe, green house, serta wahana permainan anak yang kesemuanya memiliki keunikan tersendiri. Keunikan yang juga berhasil menarik minat dan perhatian mahasiswa dan dosen University of San Carlos (USC) Filipina.

Sebelumnya, Sabta Diana Sari dari Kantor Urusan Internasional Universitas Jember menjelaskan bahwa kegiatan Culture Immersion Batch 3 ini sedikit berbeda dengan kegiatan Cultural Camp yang beberapa saat lalu diselenggarakan. “Kegiatan Cultural Camp lebih menitikberatkan pada kegiatan mahasiswa asing belajar mengenai budaya Indonesia. Sementara untuk kegiatan Culture Immersion, para peserta fokus belajar satu bidang di Kampus Tegalboto sembari belajar budaya Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan Culture Immersion Batch 3 memberikan kesan yang mendalam bagi seluruh mahasiswa dan dosen USC, seperti yang disampaikan oleh Alloy Trixia. “Kegiatan kali ini memberikan pengalaman yang tidak terlupakan. Saya dan teman-teman sangat berharap supaya di Cebu City nanti bisa memiliki wahana edukasi yang luas, bagus dan lengkap seperti di WETO ini,” pungkas Alloy. (lid)

Leave us a Comment