Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan : Kurikulum 2013 Seimbangkan Hard Skill dan Soft Skill

Jember, 21 Agustus 2014

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI bidang Pendidikan (Wamendikbud), Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, MS menegaskan bahwa Kurikulum 2013 bertujuan menyeimbangkan antara kemampuan hard skill dan soft skill. Penegasan ini disampaikan oleh Wamendikbud saat menyampaikan kuliah umum terkait penerapan Kurikulum 2013 di gedung Soetardjo Kampus Tegalboto Universitas Jember (21/8). “Kurikulum 2013 berusaha memberikan kepada anak didik bekal ilmu pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang baik,” ujar Musliar Kasim.

Mantan rektor Universitas Andalas Padang ini kemudian menceritakan latar belakang pelaksanaan Kurikulum 2013 salah satunya bermula dari keprihatinan akan kondisi siswa-siswi di Indonesia. Ada pendapat yang menyatakan bahwa mereka yang sekolah tidak ada bedanya dengan mereka yang tidak menempuh pendidikan. “Salah satu contohnya, mahasiswa bentrok dengan sesama mahasiswa sampai merusak kampusnya sendiri. Di sisi lain dunia kerja menilai lulusan kita tidak siap kerja,” ujar Musliar Kasim yang hari itu menyampaikan kuliah umum bertema “Membangun Generasi Emas 2045 Melalui Implementasi Kurikulum 2013” di hadapan peserta yang didominasi oleh mahasiswa Universitas Jember.

Musliar Kasim kemudian membeberkan beberapa kompetensi yang diharapkan muncul dari pelaksanaan Kurikulum 2013. Kompetensi tersebut antara lain kemampuan berkomunikasi, berpikir jernih dan kritis, mempertimbangkan segi moral dalam menyelesaikan masalah serta menjadi warga negara yang bertanggungjawab. “Selain itu siswa nantinya siap hidup dalam dunia yang mengglobal  selain memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat dan minatnya,” tambah Musliar Kasim.

Kehadiran Wamendikbud di Kampus Tegalboto juga dimanfaatkan oleh peserta kegiatan untuk menanyakan berbagai masalah terkait dengan pelaksanaan Kurikulum 2013. Pertanyaan yang menonjol antara lain mengenai penghapusan pelajaran Bahasa Inggris dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi siswa SD. Terkait pertanyaan ini, Wamendikbud menegaskan bahwa pelajaran Bahasa Inggris tidak dihapus, namun baru diajarkan di kelas tertentu. “Begitu pula dengan TIK, tidak dihapus namun bentuk materi pengajarannya tidak lagi bagaimana menghidupkan komputer, namun lebih aplikatif dan guru lebih bersifat memberikan konsultasi,” kata Musliar Kasim.

Sementara itu dalam sambutannya, Rektor Universitas Jember, Drs. Moh. Hasan, MSc., PhD mengharapkan kesempatan mendapatkan kuliah umum dan berdiskusi langsung dengan Wamendikbud dapat memberikan pemahaman yang lebih baik akan Kurikulum 2013. “Semoga Kurikulum 2013 dapat menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang kompeten dan mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi, termasuk di dalamnya para mahasiswa Universitas Jember,” kata Moh. Hasan. Para peserta yang hadir selain dari pihak internal Kampus Tegalboto, hadir pula perwakilan dari Dinas Pendidikan, Kantor Kementrian Agama, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran serta pihak-pihak terkait lainnya. (iim)

Leave us a Comment