Universitas Jember Terjunkan Relawan Bencana Kelud

Jember, 19 Februari 2014

Tragedi meletusnya gunung Kelud telah menarik simpati banyak kalangan termasuk Universitas Jember. Kepedulian itu diwujudkan dengan memberangkatkan 10 relawan yang terdiri 7 orang tim kesehatan dan 3 orang tim trauma healing menuju posko pengungsian,(18/02). Mereka diberangkatkan menuju kota Batu untuk kemudian ditempatkan sesuai kebutuhan oleh Dinas Kesehatan yang ada di sana.

Sebelumnya Universitas Jember telah memberangkan satu tim yang dipimpin langsung oleh Drs. Djoko Mulyono, M.Si untuk melakukan kajian dampak bencana. Di sana Drs. Djoko bersama tim melakukan survei mengenai kebutuhan apa yang diperlukan oleh para korban. Berdasarkan dari data itulah kemudian Universitas Jember memutuskan untuk mengirimkan tim Kesehatan dan tim trauma healing.

Pembantu Rektor III Prof. Dr. Ek. Moh. Saleh S.E., M.Sc, mengatakan relawan yang dikirimkan oleh Universirtas Jember rencananya akan berada dilokasi pengungsian korban letusan gunung Kelud selama sepuluh hari. Menurutnya mereka akan bekerja sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. “Disana mereka akan bekerja sebagai tenaga kesehatan dan penyuhana trauma pasaka bencana (trauma healing),” Ujarnya.

Ditempat yang sama  Ketua Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM), Drs. Sujito, Ph.D., mengatakan tim relawan yang diberangkatkan akan berada di lokasi selama lima hari dan selanjutkan untuk lima hari selanjutnya akan digantikan dengan tim relawan yang lain. “Mereka akan berada dilokasi selama 5 hari dan selanjutnya mereka kami Tarik untuk digantikan relawan lain selama 5 hari juga,” tuturnya.

Menurut Drs. Sujito Universitas Jember tidak hanya mengirimkan sejumlah relawan. Satu unit mobil Ambulance beserta sopirnya juga dikirimkan ke lokasi. Dia berharap Ambulance tersebut dapat membantu dalam evakuasi para korban bencana Kelud.

Dimas ketua tim mengatakan para relawan yang diberangkan merupakan para mahasiswa yang sudah terlatih dan memiliki banyak sekali dalam penanganan bencana. Mereka sudah sangat akrab sekali dalam menangani para korban bencana. Seperti halnya bencana banjir yang melanda kecamatan Kencong beberapa waktu lalu mereka juga terjun langsung melakukan penyuluhan kesehatan dan penyuluhan trauma paska bencana. (MJ)

Leave us a Comment