Universitas Jember Terjunkan 2.324 Mahasiswa KKN, Dari Situbondo Hingga Gorontalo

PelepasanKKN

Jember, 11 Juli 2017

Universitas Jember menerjunkan 2.324 mahasiswanya untuk melaksanakan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode II tahun akademik 2016/2017 di kabupaten Jember, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo bahkan Gorontalo. Istimewanya, upacara pelepasan para mahasiswa peserta KKN di lapangan upacara Kampus Tegalboto hari Selasa pagi (11/7), dihadiri oleh Ansar Husen, staf ahli Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan, Robert Brink, Counsellor Departement of Foreign Affair & Trade Australia, Anis Hidayah, Direktur Migrant Care, dan hadirin lainnya.

Menurut Prof. Achmad Subagio, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Jember, separuh dari jumlah mahasiswa peserta KKN kali ini adalah peserta KKN tematik, yakni KKN membangun Sistem Informasi Desa (SID) yang merupakan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso dengan dukungan pemerintah Australia, KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dan KKN Kebangsaan hasil kerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, KKN Cinta Operasi dan Pemeliharaan (CINOP) bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, KKN Desa Sejahtera Mandiri (DSM) bekerjasama dengan Kementerian Sosial, serta KKN Desbumi yang merupakan kolaborasi dengan Migrant Care.

“Mereka bakal melaksanakan KKN di 225 desa di 39 kecamatan di lima kabupaten hingga tanggal 24 Agustus 2017, dengan dibina oleh 48 Dosen Pembina Lapangan. Untuk kabupaten Probolinggo dan Situbondo hanya melaksanakan KKN Reguler, sementara di Jember dan Bondowoso kita programkan KKN reguler dan tematik sekaligus. Khusus peserta KKN Kebangsaan di Gorontalo diikuti oleh lima mahasiswa yang nantinya melaksanakan KKN di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, bersama utusan dari perguruan tinggi seluruh Indonesia,” jelas Achmad Subagio yang ahli tepung singkong ini.

Sementara itu dalam sambutannya, Moch. Hasan, Rektor Universitas Jember, mengharapkan agar segenap peserta KKN memanfaatkan KKN sebagai wahana penempaan diri para calon pemimpin bangsa. “Mahasiswa memiliki privelege di masyarakat sebagai agent of change, oleh karena itu jadikan KKN sebagai wahana belajar bersama masyarakat sekaligus mencoba menemukan solusi berbagai permasalahan dengan bekal ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah, dan jangan lupa jaga nama baik almamater,” pesan Rektor Universitas Jember.

Ditemui selepas upacara, Moch. Hasan, menjelaskan jika KKN tematik dipilih sebagai alternatif karena dinilai mampu memberikan dampak yang lebih nyata, karena fokus menyelesaikan satu permasalahan. “Misalnya saja KKN tematik Sistem Informasi Desa (SID) di Bondowoso bakal membangun Sistem Administrasi dan Informasi Desa, KKN PPM mengaplikasikan berbagai hasil riset perguruan tinggi, KKN CINOP fokus pada pemetaan dan pemeliharaan sistem irigasi di desa, KKN DSM bergerak di usaha pengentasan kemiskinan dan permasalahan sosial, serta KKN Desbumi yang memilih pemberdayaan buruh migran,” jelas Moch. Hasan. Dirinya berharap nantinya KKN reguler dan tematik yang diadakan oleh Universitas Jember dapat dikembangkan bersama dengan perguruan tinggi lain khususnya di daerah Besuki Raya agar memiliki manfaat yang lebih besar dan ada efek keberlanjutannya.

Pendapat Rektor Universitas Jember didukung oleh Ansar Husen, menurutnya kini Kemendes PDTT memiliki empat prioritas program kerja, yakni pengembangan produk unggulan desa, pendirian dan pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa, pembangunan embung, serta pembangunan fasilitas olah raga desa. “Kami berharap kegiatan KKN Universitas jember dapat mendukung pengembangan keempat program Kemendes PDTT,” ujar Ansar Husen yang sudah menyempatkan diri melihat dari dekat hasil dari KKN tematik Universitas membangun Desa Universitas Jember periode lalu di Bondowoso dalam membangun Sistem Administrasi dan Informasi Desa. (iim)