Universitas Jember Siap Dukung Tugas dan Fungsi Bakorwil V Jember

BakorwilV

Jember, 22 Mei 2017

Universitas Jember siap mendukung tugas dan fungsi Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) V Jember. Komitmen ini disampaikan oleh Moch. Hasan, Rektor Universitas Jember, saat menjadi pemateri utama dalam rapat koordinasi dan seminar Penanggulangan Narkoba dan HIV/AIDS yang dilaksanakan di aula Bakorwil V (22/5). Komitmen untuk membantu Bakorwil ditunjukkan dengan mengajak sepuluh dekan yang ada di kampus Tegalboto untuk turut serta memberikan sumbang saran bagi badan yang baru aktif Januari 2017 lalu ini. Menurut Moch. Hasan, dukungan ini sejalan dengan kebijakan yang telah ditempuh oleh Universitas Jember dalam mengembangkan pendidikan tinggi di Besuki Raya yang wilayahnya sama dengan wilayah kerja Bakorwil V Jember.

“Kami di Universitas Jember sudah tiga tahun ini menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi yang ada di daerah kabupaten dan kota Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi, atau yang biasa kami sebut Besuki Raya. Ternyata pemerintah Provinsi Jawa Timur  membentuk Badan Koordinasi Wilayah V yang wilayah kerjanya meliputi kabupaten dan kota tadi, semoga jalinan kerjasama ini dapat berlanjut dan berkembang,” tutur Moch. Hasan yang siang itu membawakan materi berjudul Optimalisasi Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Bakorwil V Jember. Tampak hadir para Dekan dari Fakultas Hukum, FISIP, FEB, FIB, FMIPA, Fakultas Pertanian, FTP, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Teknik dan Fakultas Farmasi.

Menurut Rektor, keberadaan Bakorwil V diperlukan mengingat fungsinya dalam era otonomi daerah, sebagai badan yang mengkonsolidasi daerah kabupaten dan kota dengan pemerintah provinsi. “Bakorwil dapat berperan menjadi jembatan sinkronisasi pembangunan antara kabupaten kota dengan pemerintah provinsi, dan sebaliknya. Meminimalisasi potensi konflik antar wilayah, serta menjalankan pembangun berbasis klaster dengan dasar keunggulan masing-masing daerah,” tuturnya. Moch. Hasan lantas memaparkan pentingnya keberadaan kabupaten dan kota di wilayah kerja Bakorwil V dalam konstelasi Jawa Timur. “Wilayah Besuki Raya meliputi sepertiga wilayah Provinsi Jawa Timur, penduduknya mencapai 9 juta orang, dan menjadi lumbung pertanian dan perkebunan,” imbuhnya.

Moch. Hasan lantas mencontohkan beberapa rencana pembangunan yang memerlukan antisipasi penanganan oleh Bakorwil V Jember. Misalnya saja rencana pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi yang melewati beberapa kabupaten dan kota. Menurutnya perlu koordinasi perencanaan bersama, agar semua kabupaten dan kota yang dilewati memperoleh keuntungan. Moch. Hasan juga mengusulkan pemanfaatan data di masing-masing kabupaten dan kota, untuk kemudian dianalisa dan dimanfaatkan bersama. “Saat ini berkembang fenomena Big Data, dimana data yang ada tidak hanya sekedar data saja, namun dimaknai dan dianalisa sehingga bermanfaat. Dan untuk itu kami di Universitas Jember bersedia membantu. Termasuk dalam penanggulangan Narkoba dan HIV/AIDS yang dimotori oleh Bakorwil V Jember,” kata Moch. Hasan.

Sementara itu R. Tjahjo Widodo, Kepala Bakorwil V Jember menyambut baik dukungan Universitas Jember. Menurutnya sesuai dengan Undang-Undang nomor 23 tahun 2016, maka Bakorwil hadir guna membantu tugas-tugas gubernur dalam menjalankan fungsi koordinasi, pengawasan serta evaluasi pembangunan. “Untuk menjalankan fungsi–fungsi tersebut maka kami butuh dukungan semua pihak, diantaranya dari perguruan tinggi seperti Universitas Jember, termasuk untuk program penanggulangan Narkoba dan HIV/AIDS yang kami namakan Program LINDU ABANG dengan GANAS, Lindungi Anak Bangsa dengan Penanggulangan Narkoba dan HIV/AIDS yang akan kami luncurkan tanggal 24 Mei nanti,” jelasnya. Rapat koordinasi dan seminar juga menghadirkan pemateri dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur dan Direktur RS Paru Jember. Sementara peserta yang hadir adalah utusan dari dinas terkait dan Polres dari Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi. (iim)