Universitas Jember Siap Dukung Lamongan Jadi Kabupaten Bioteknologi

Jember, 13 Desember 2016

Universitas Jember siap membantu Kabupaten Lamongan mewujudkan target sebagai Kabupaten Bioteknologi. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Rektor Universitas Jember, Moh. Hasan kepada Bupati Lamongan, H.M. Fadeli, dalam acara seminar Kebijakan dan Regulasi Pangan Atau Pakan Hasil Rekayasa Genetika Untuk Kesejahteraan Rakyat, yang dilaksanakan di aula lantai 3 gedung rektorat dr. R. Achmad (13/12). Kesiapan kampus Tegalboto membantu Lamongan salah satunya di dasari adanya penetapan Universitas Jember sebagai perguruan tinggi yang memiliki keunggulan di bidang Bioteknologi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

“Para peneliti di Universitas Jember, khususnya di bidang bioteknologi di bawah koordinasi CDAST telah membuktikan kemampuannya melalui berbagai produk bioteknologi. Kami juga sudah ditunjuk oleh Kemenristekdikti sebagai pusat keunggulan bioteknologi, oleh karena itu kami siap berkolaborasi dengan Lamongan guna mewujudkan kabupaten bioteknologi,” kata Moch. Hasan. Rektor lantas menambahkan, Universitas Jember mendukung adanya kerjasama karena sesuai dengan keinginan Universitas Jember untuk melakukan hilirisasi hasil-hasil penelitian di kampus Tegalboto, agar memberikan manfaat untuk masyarakat.

Sementara itu dalam presentasinya, H.M. Fadeli memaparkan target Lamongan sebagai Kabupaten Bioteknologi melalui peningkatan produksi jagung. “Saat ini produktivitas jagung di Lamongan baru berkisar 6,2 ton per hektar hingga 8 ton per hektar. Saya ingin agar panen jagung di Lamongan meningkat menjadi 10 ton per hektar. Dan untuk mewujudkan hal ini kami membuka peluang kerjasama dengan pihak perguruan tinggi seperti Universitas Jember yang memiliki teknologinya,” paparnya kepada para hadirin yang terdiri dari dosen, peneliti dan mahasiswa Universitas Jember dan perguruan tinggi di Jember dan sekitarnya.

Untuk mewujudkan Kabupaten Bioteknologi, Lamongan telah mempersiapkan lahan seluas 10 ribu hektar yang berada di 12 kecamatan yang dipersiapkan untuk ditanami jagung. Tentu saja kesiapan lahan tersebut memerlukan dukungan dari mulai pra panen hingga pasca panen. “Sebagai permulaan, sudah ada 100 hektar lahan di Taman Teknologi Pertanian di Desa Banyubang, Kecamatan Solokuro, yang sudah siap panen. Nanti kami undang rektor dan peneliti Universitas Jember untuk hadir saat panen raya,” kata bupati yang memimpin Lamongan untuk kedua kalinya ini. Undangan H.M. Fadeli ini disambut positif ketua Program Pascasarjana Universitas Jember, Prof. Dr. Rudi Wibowo, yang berencana menjadikan Lamongan sebagai tujuan Praktek Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa Program Studi Magister Bioteknologi.

Kegiatan seminar kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari tiga pemateri, yakni Prof. Dr. Bambang Sugiharto, Ketua CDAST Universitas Jember yang membawakan materi mengenai rekayasa genetika. Dilanjutkan oleh Prof. (Ris) M. Herman, PhD., Ketua Dewan Pakar Masyarakat Bioteknologi Pertanian Indonesia (MASBIOPI) yang menjelaskan mengenai teknik, peluang, dan harapan bioteknologi pertanian. Dan pemateri ketiga adalah Dr. Erna Maria Lokollo, peneliti pada Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Kementerian Pertanian RI. Peneliti yang juga anggota staf ahli Dewan Pertimbangan Presiden RI ini hadir dengan pemaparan mengenai aspek sosial ekonomi bioteknologi.

Sebelumnya, Prof. Dr. Tri Agus Siswoyo, ketua panitia kegiatan menjelaskan seminar ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas sisi sosial dari bidang bioteknologi. “Perkembangan bioteknologi yang pesat juga wajib diimbangi dengan kajian di bidang hukum, sosial budaya dan ekonomi untuk meminimalkan efek negatifnya. Untuk itu CDAST Universitas Jember telah membentuk kelompok peneliti mengenai kajian bioteknologi dari sisi sosial yang melibatkan peneliti yang memiliki latar belakang keilmuan di bidang hukum, sosial budaya dan ekonomi,” pungkas peneliti CDAST yang tengah aktif meneliti manfaat melinjo ini. (iim)

Leave us a Comment