Universitas Jember Siap Bantu BPBD Di Jawa Timur

Jember, 30 Januari 2014

Belum berjalannya koordinasi diantara pihak-pihak terkait dalam penanganan bencana, menjadi masalah dalam menghadapi bencana yang melanda Indonesia akhir-akhir ini. Bahkan Gubernur Jawa Timur, Sukarwo, mengeluh belum pernah ada pelatihan bagi kepala daerah. Padahal bupati/walikota adalah pembuat kebijakan untuk memutuskan apa apa yang diperlukan saat bencana terjadi (Kompas, 27/1/2014). Keluhan Gubernur Jawa Timur ini disikapi langsung oleh Lembaga Penelitian Universitas Jember (Lemlit), melalui Pusat Penelitian (Puslit) Lingkungan Hidup dan Kebencanaan. Langkah nyata yang dilakukan adalah dengan menjalin kerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Jawa Timur, dalam hal ini BPBD Tulungagung.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Puslit Lingkungan Hidup dan Kebencanaan, Dr. Indarto, DEA disela-sela menerima rombongan BPBD Tulungagung di aula Lemlit Universitas Jember (28/1). Menurut Dr. Indarto, DEA Puslit Lingkungan Hidup dan Kebencanaan diminta untuk membantu BPBD Tulungagung untuk memberikan pelatihan dan pendampingan. “Lembaga Penelitian Universitas Jember melalui Puslit Lingkungan Hidup dan Kebencanaan memang menjadi salah satu rujukan bagi BPBD di Jawa Timur, khususnya  dalam bidang pelatihan mengenai kebencanaan,” ujarnya yang siang itu didampingi Sekertaris Lemlit Universitas Jember, Dr. A. Zainuri, MSi.

Masih menurut Dr. Indarto, DEA, pelatihan yang akan diberikan terkait dengan keberadaan BPBD sebagai badan yang mengkoordinasikan penanganan bencana. “BPBD itu kan sesuatu yang relatif baru, banyak pihak yang masih belum paham benar tugas dan fungsinya. Pelatihan seperti ini juga dimaksudkan agar para pimpinan di daerah lebih peduli dan tanggap akan bencana,” lanjutnya. Puslit Lingkungan Hidup dan Kebencanaan juga akan memberikan pelatihan terkait penghitungan teknis kerugian yang diakibatkan oleh bencana.

Sementara itu menurut Ramlan, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Tulungagung, kedatangan dirinya beserta rombongan bertujuan untuk memperdalam pengetahuan  mengenai penanganan bencana, terutama di bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi. “Selain itu kami ingin mengundang pakar kebencanaan dari Universitas Jember menjadi narasumber dalam pelatihan bagi para kepala dinas dan SKPD yang terkait, terutama yang berkenaan dengan bidang Rekonstruksi dan Rehabilitasi. Kami rencanakan pelatihan akan dilaksanakan bulan Maret 2014 nanti,” ujarnya.

Menurut Ramlan, bencana yang potensial terjadi di daerah Tulungagung adalah angin puting beliung, banjir dan longsor, gempa bumi serta tsunami. Dirinya kemudian mencontohkan peristiwa gempa Kebumen beberapa hari yang lalu dirasakan juga di Tulungagung. Sementara di tahun 2013 lalu, beberapa kejadian bencana yang cukup menonjol di Tulungagung adalah tanah longsor dan banjir.

Rombongan BPBD Tulungagung terdiri dari lima orang, diantaranya Kepala Seksi Rehabilitasi dan Kepala Seksi Rekonstruksi dengan stafnya masing-masing. Sementara dari Lemlit Universitas Jember selain Dr. A. Zainuri, MSi dan Dr. Indarto, DEA turut serta dalam diskusi adalah Dr. Aditya Wardhana dan Drs. Joko Mulyono, MSi. Kerjasama antara Puslit Lingkungan dan Kebencanaan dengan BPBD Tulungagung diharapkan akan semakin berkembang dan akan diikuti dengan kerjasama dengan BPBD lainnya di Jawa Timur.  (iim).

Leave us a Comment