Universitas Jember Segera Menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Internal Auditor

Mou_FEB_unej-630x330px

Jember, 25 Januari 2016

Universitas Jember bersama Dewan Sertifikasi Qualified Internal Auditor tanda tangani nota kesepahaman (MoU), atas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan program Sertifikasi Qualified Internal Auditor (QIA), (24/1). Penandatangan ini dilakukan langsung oleh Wakil Rektor III Prof. Dr. M. Sulton, M.Pd dan Prof. Dr. Hiro Tugiman, Ak., QIA, CRMP, CA selaku ketua Komite Kerjasama Perguruan Tinggi Dewan Sertifikasi Qualified Internal Auditor (QIA).

Dalam sambutan singkatnya Prof. Sulton mengatakan, dengan kerjasama ini Universitas Jember dapat memeberikan Sertifikasi Audit Internal tingkat dasar bagi para mahasiswa melalui penyelenggaraan pendidikan dan ujian sertifikasi.

“Alhamdulillah kedepan kita akan melaksanakan pendidikan dan pelatihan mengenai audit internal. Audit Internal ini memiliki peluang kerja yang sangat luas karena semua instansi pasti membutuhkan pengawasan internal,” ujarnya.

Dalam acara yang digelar di ruang multimedia Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini Prof. Sulton mengatakan, lulusan Universitas Jember tidak cukup hanya dengan menyandang gelar sarjana. Namun menurutnya, juga perlu memiliki kompetensi tambahan yang dibutuhkan oleh penyedia lapangan kerja.

“Banyak universitas lain yang ingin menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan program Sertifikasi Qualified Internal Auditor. Alhamdulillah kini UNEJ bisa menyelenggarakan dan mengeluarkan sertifikat sebagai Auditor sebagai pendamping ijazah,” imbuhnya.

Sementara itu Prof. Hiro Tugiman membernarkan apa yang disampaikan Prof. Sulton. Dia mengatakan, ada banyak sekali perguruan tinggi yang melamar kami agar mereka memiliki otoritas dalam menyelenggarakan pendidikan sertifikasi Internal Audit.

“Namun kami percaya Universitas Jember bisa menjadi kepanjangan tangan kami dalam hal pendidikan dan ujian sertifikasi internal auditor,” ujarnya.

Prof. Hiro Tugiman menjelaskan, pendidikan audit internal tidak hanya bisa diikuti oleh mahasiswa FEB jurusan akuntansi saja. Namun juga bisa diikuti oleh mahasiswa dari Fakultas Hukum ataupun Fakultal Teknik yang masih terkait dengan bidang auditor.

“Misalnya audit gedung yang tau dan mengerti mengenai bangunan ya mahasiswa dari teknik atau misalnya kita melakukan audit bidang pertanian yang mengerti ya lulusan pertanian. Artinya menjadi interbal auditor itu bisa dari semua jurusan,” pungkasnya.

Prof. Hiro berharap, kerjasama ini bisa menjadi langkah awal untuk membangun tata kelola kelembaggan yang lebih baik.

“Harapan kami peran para internal auditor ini bisa menciptakan tata kelola yang baik sehingga segala bentuk penyempangan baik yang disengaja atau tidak disengaja bisa ditekan,” pungkasnya.

1 Comment

  • Candra
    Reply

    Judulnya keliru pak..Menyelenggarakan yang benar.

Leave us a Comment