Universitas Jember Mulai Kembangkan Artificial Intelligence

Jember, 11 November 2016

Universitas Jember mulai mengembangkan teknologi artificial intelligent (kecerdasan buatan), atau yang biasa disingkat dengan AI. Hal ini ditegaskan oleh Khairul Anam, PhD., pakar AI dari Program Studi Elektro Fakultas Teknik Universitas Jember dalam orasi ilmiahnya saat acara Dies Reader memperingati Dies Natalis ke 52 Universitas Jember di Gedung Soetardjo (10/11). Pengembangan AI di kampus Tegalboto ditandai dengan masuknya Grup Sistem Cerdas dan Robotika (SCR) menjadi divisi di bawah Center for Development of Advance Science and Technology (C-DAST) Universitas Jember. Sebagaimana diketahui, C-DAST adalah lembaga penelitian lintas disiplin di kampus Tegalboto yang memayungi para peneliti di bidang eksakta.

Menurut Khairul Anam, nantinya para peneliti yang tergabung dalam SCR berasal dari berbagai disiplin keilmuan, seperti Teknik Elektro, Sistem Informasi, Matematika bahkan ekonomi, pertanian dan kesehatan. “Perkembangan AI saat ini sangat pesat, aplikasinya pun sangat beragam. Kami sudah merencanakan pengembangan AI untuk bidang pertanian dan kesehatan sesuai dengan visi dan misi Universitas Jember yang berada di daerah pertanian dan perkebunan,” kata Khairul Anam. Dirinya lantas mencontohkan aplikasi AI yang dapat mengecek kualitas buah dan sayur, sementara di bidang kesehatan AI dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit kanker.

Dalam orasi ilmiahnya, Khairul Anam menjelaskan AI adalah kemampuan dari sebuah mesin untuk meniru kecerdasan manusia. “Para peneliti AI berfokus pada peniruan dari metode berfikir manusia, yang diteliti oleh psikolog dan biasa disebut cognitive sciences,” jelasnya. Khairul Anam sendiri kini fokus pada pemanfaatan AI di bidang kesehatan. Pria kelahiran Buleleng ini telah telah meneliti kegunaan AI untuk mendeteksi kanker kulit. “Kebetulan saat menempuh studi doktoral di University of Tecnology Sidney, saya bersama kolega melakukan penelitian bagaimana AI dapat mendeteksi gejala kanker kulit,” katanya.

Pada prakteknya di bidang kesehatan, khususnya penanganan penyakit berbahaya seperti kanker, AI diterapkan sebagai automatic detection system. “Seperti yang sudah saya lakukan, dengan AI maka deteksi kanker kulit lebih mudah dilakukan karena mesin yang digunakan dapat mendeteksi secara akurat mana yang kanker kulit dan mana yang hanya tahi lalat jinak,” tambah Khairul Anam. Kegunaan lain AI yang juga tengah diteliti olehnya adalah alat yang dapat membantu penderita stroke. Penelitian ini menjadi disertasi Khairul Anam saat menempuh studi doktoral di University of Tecnology Sidney, seperti diketahui penderita stroke mengalami kesulitan dalam bergerak, dengan bantuan AI maka alat bantu gerak tersebut secara otomatis tahu akan kemana pasien stroke ingin bergerak. Tidak hanya itu saja, AI dapat juga berperan dalam memprediksi harga saham, termasuk angka inflasi di ranah ilmu ekonomi.

Seusai orasi ilmiah, Rektor Universitas Jember, mengharapkan agar masuknya SCR sebagai divisi di C-DAST akan memacu penelitian yang pada ujungnya dapat diwujudkan sebagai solusi bagi berbagai permasalahan masyarakat, apalagi kajian AI lintas disiplin keilmuan. “Universitas Jember terus mendorong para peneliti untuk mampu mewujudkan penelitian yang tidak hanya berhenti di hulu sebagai publikasi ilmiah, tetapi mampu diaplikasikan di dunia nyata. Hal ini sesuai dengan tema Dies Natalis ke 52 Universitas Jember, yakni berkarya untuk bangsa,” tutur Moh. Hasan. (iim)

Leave us a Comment