Universitas Jember Melebarkan Sayap Kerjasama Ke Eropa

Amsterdam, 5 Desember 2015

Cita cita menjadi “world class university” sepertinya bukan sekedar wacana dan isu sesaat saja bagi Universitas Jember. Berbagai langkah konkrit dalam upaya untuk mewujudkan impian tersebut telah dan sedang dilakukan. Setelah Unej sukses menjalin kerjasama dengan negara negara maju di Asia yaitu Korea selatan, Jepang, Thailand dan Malaysia, saat ini kerjasama konkrit dengan universitas di negara negara maju dari benua lainnya seperti eropa juga sedang dilakukan.

Inisiasi kegiatan ini bukan sekedar pekerjaan satu dua hari. Hal ini diawali dengan keterlibatan Universitas Jember sejak tahun 2011 sebagai anggota konsorsium IGN TTRC (Indonesia German Network for Teaching, Training  and Research Collaboration), sebuah konsorsium yang beranggotakan 7 universitas di Indonesia dan beberapa Universitas di Jerman dengan University of Kassel, Germany sebagai project leader.

Dalam konsorsium tersebut, peningkatan kualitas pembelajaran dan riset melalui in house training, guest lecturers, sekaligus exchange programs telah memberikan impact yang signifikant terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan SDM baik dosen maupun mahasiswa khususnya di Jurusan Biologi FMIPA. Fakultas Hukum kemudian mengikuti jejak Biologi FMIPA dengan adanya kerjasama multilateral yang melibatkan universitas di Asia dan juga University of Muenster, Germany sejak 2 tahun yang lalu.

Diawali dengan pertemuan di Mad Claussen Institut – University of Southern Denmark Syddank Universiteit (SDU), yang merupakan universitas terbesar ke-3 di Denmark, pada 30 Nov. 2015. Rektor Universitas Jember bersama bersama Pembantu Rektor 1 Drs. Zulfikar, PhD bertemu dengan Prof. Horst-Günter Rubahn direktur SDU.  Dari pertemuan itu kemudian dihasilkan MoU antara Rektor UNEJ dan Presiden SDU bidang Engineering, Sciences dan Technopreneurship.

Penandatanganan MoU ini merupakan pintu dan prasyarat bagi penandatangan kerjasama Erasmus plus, yang memungkinkan mahasiswa dan dosen dari kedua universitas untuk melakukan exchange dengan pembiayaan dari EU. Integrasi yang sangat efisien antara business, sciences dan perusahaan industri di SDU merupakan daya tarik luar biasa untuk dipelajari bagi Universitas Jember. Integrasi tersebut terimplementasi dalam pelaksanaan pembelajaran dan pengembangan kurikulum yang memungkinkan akseptabilitas lulusan SDU dalam pekerjaan sangat tinggi, dengan waktu tunggu untuk mendapatkan pekerjaan yang pendek.

Mechatronic dan pengembangan pembangkit listrik dengan bahan organic, merupakan keunggulan tersendiri bagi Mad Claussen institut. Dengan adanya kerjasama formal akan sangat memungkinkan pengembangan bidang ilmu tersebut di universitas jember di masa yang akan datang.

Pertemuan berikutnya dengan Presiden dan wakil Presiden dari FUAS – Germany, yang berlangsung pada 1 Desember, merupakan pertemuan official pertama antara pimpinan kedua universitas sejak disetujuinya pembiayaan DAAD terkait kerjasama bilateral dalam bidang bioteknologi. Dalam pertemuan tersebut, telah dibicarakan ekspansi kolaborasi dalam hal maritim sciences, karena pengalaman FUAS yang telah memiliki bidang ilmu tersebut sejak 125 tahun yang lalu. Bidang Maritim sciences yang meliputi Teknologi Perkapalan, Teknik kelautan, Transportasi Maritim dan Logistik merupakan bidang ilmu baru yang ingin dikembangkan UNEJ, dan sangat sesuai untuk memecahkan berbagai problematika Indonesia sebagai negara maritim. Pengembangan keilmuan dalam bidang pemanfaatan energi terbaharukan, salah satunya adalah pemafaatan Turbin Angin dan solar system sebagai pembangkit listrik juga merupakan salah satu poin yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut.

Ekspansi kolaborasi dilanjutkan dengan pertemuan antara Rektor & PR1 Unej dengan Rector Magnificus University of Groningen pada 3 Des. Univ di Groningen, Netherland. Univ. Of Groningen merupakan salah satu Universitas terbesar di Belanda dengan keunggulan dalam bidang Life Sciences. Akreditasi A merupakan modal yang sangat menguntungkan bagi UNEJ untuk implementasi MoU dalam MoA dengan Univ. Groningen tersebut. Hal ini karena dengan posisi akreditasi A, persyaratan untuk bisa segera merealisasikan MoA bagi counter partner Uni. Groningen terpenuhi.

Selama ini kerjasama yang terjalin hanya dengan universitas besar di Indonesia seperti ITB, UI dan Gadjah Mada. Penandatangan MoU dengan Uni Groningen yang akan segera dilanjutkan dengan MoA dalam bidang Biorefinery dan Social-humaniora, merupakan prestasi yang luar biasa bagi UNEJ sekaligus mengokohkan posisi UNEJ di kancah nasional dan internasional.

Bidang kedokteran dan ilmu kesehatan adalah bidang yang menjadi fokus dalam pembicaraan kerjasama dengan Vrije University of Amsterdam (VU), Netherland. Medical Centre sekaligus Dental Medical Centre merupakan salah satu kekuatan tersendiri bagi VU, reorganisasi centre ini dalam waktu dekat akan menjadikan VU memiliki pusat diagnostik dan penelitian kesehatan terbesar di Netherland saat ini. Lebih jauh lagi, secara lebih khusus mereka memiliki program pengembangan kerjasama dengan Indonesia yang disebut dengan RIVUSA. Hal ini secara khusus dibicarakan dalam pertemuan Rektor, PR1 UNEJ dengan Academic Director VU – Indonesia  di Amsterdam pada 4 Desember. Dengan dibukanya kerjasama ini, maka akselerasi peningkatanan kualitas fakutas ilmu ilmu kesehatan di UNEJ diharapkan dapat lebih cepat.

Inisiasi kerjasama lainnya juga telah dilakukan dengan University of Zurich, Switzerland. Pada saat kunjungan kick off meeting di eropa ini dilakukan, salah satu dosen University of Zurich, Switzerland sedang berada di Unej sebagai dosen tamu. Dengan ditanda tanganinya MoU dan pembicaraan berbagai program dalam pertemuan dengan beberapa universitas di eropa, merupakan langkah awal dibukanya berbagai peluang dan kemudahan bagi mahasiswa dan dosen unej untuk menjadi full time student program S2 dan S3,  doubble degree untuk program Pascasarjana, credit transfer, joint research, co-hosting international conference dan pertukaran pelajar dan dosen untuk melakukan bagian dari penelitian di universitas partner sekaligus kehadiran dosen-dosen tamu dan mahasiswa asing dari universitas-universitas partner di eropa ke berbagai fakultas di UNEJ. Dengan demikian, keseriusan Unej menuju “world class university” tidak dapat dipandang sebelah mata.

(Laporan Kartika Senjarini, dari IC 241 Amsterdam menuju Hannover)

Leave us a Comment