Universitas Jember Kampus Probolinggo Mulai Dirintis

RakorUNEJ-Probolinggo-1-768×511

Jember, 21 November 2018

                Setelah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Pasuruan untuk membuka kampus di Pasuruan, kini Universitas Jember bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo merintis berdirinya Universitas Jember Kampus Probolinggo. Rencananya kampus kelima Universitas Jember ini akan berdiri di Kecamatan Patokan, Kraksaan, Probolinggo. Informasi ini terungkap saat perwakilan Pemkab Probolinggo yang dipimpin oleh Anggit Hermanuadi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), bertemu dengan Prof. M. Sulthon, Wakil Rektor III Bidang Perencanaan, Sistem Informasi, dan Hubungan Masyarakat Universitas Jember, di aula lantai II Gedung Rektorat dr. R. Achmad (21/11). Rapat koordinasi kali ini membahas kewajiban masing-masing pihak sebelum kemudian kerjasama dituangkan dalam penandatanganan naskah kesepahaman (Memorandum of Understanding, MoU). Targetnya, tahun 2020 nanti Universitas Jember Kampus Probolinggo diharapkan sudah menerima mahasiswa baru.

                Menurut Kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo, sebenarnya Pemkab Probolinggo telah memiliki rencana mendirikan perguruan tinggi negeri semenjak era Prof. M. Nuh menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, namun rencana ini belum dapat terlaksana. “Untuk mempersiapkan pendirian Universitas Jember Kampus Probolinggo, kami telah menyiapkan lahan seluas 11,2 hektar di Kecamatan Patokan, Kraksaan. Rencana awal memang bakal menggunakan bekas gedung Pemkab Probolinggo di kawasan Kecamatan Dringu sebagai kampus, namun sesuai arahan Bupati Probolinggo, maka kampus akan ditempatkan di Kraksaan yang merupakan ibukota Kabupaten Probolinggo, hal ini sesuai dengan rencana Pemkab Probolinggo yang akan menjadikan Kraksaan sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan pendidikan,” ungkap Anggit Hermanuadi. Keberadaan kampus PTN di Kabupaten Probolinggo diharapkan meningkatkan jumlah siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi, turut mengembangkan kemajuan daerah, serta menimbulkan efek ekonomi bagi warga sekitar.

                Kesiapan Pemkab Probolinggo disambut positif oleh Wakil Rektor III Universitas Jember. Menurut Prof. M. Sulthon, sesuai dengan arahan yang ditetapkan oleh Kemenristekdikti, maka pihak pemkab yang menghendaki kerjasama membuka kampus di daerahnya diwajibkan menyediakan lahan kampus yang mencukupi, membangun fasilitas pendukung seperti gedung perkuliahan, laboratorium, gedung perkantoran dan fasilitas pendukungnya lainnya. Keseluruhan tanah dan aset tersebut lantas harus dihibahkan kepada Kemenristekdikti. “Sementara tugas Universitas Jember adalah mempersiapkan pembukaan program studi dan tenaga pengajarnya. Tentu program studi yang bakal dibuka menyesuaikan dengan kebutuhan, dan potensi yang ada di Kabupaten Probolinggo,” jelas Prof. M. Sulthon.

Sementara itu, Dewi Korina, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo yang turut hadir dalam rapat koordinasi mengusulkan program studi yang nantinya akan dibuka di Universitas Jember Kampus Probolinggo. Diantaranya adalah program studi yang terkait dengan pertanian, pengolahan hasil pertanian, perikanan dan kelautan, keteknikan, peternakan, serta program studi di bidang keguruan dan ilmu pendidikan. “Program studi usulan tersebut berdasarkan kajian kami akan potensi yang ada di Kabupaten Probolinggo, misalnya Probolinggo memiliki potensi besar yang terus berkembang di bidang pertanian, perikanan dan kelautan, peternakan, serta industri,” ujar Dewi Korina. Dirinya lantas menambahkan di Kabupaten Probolinggo terdapat 53 sekolah lanjutan tingkat atas baik negeri maupun swasta yang lulusannya diharapkan meneruskan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi.

Usulan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo ditanggapi oleh para dekan fakultas di lingkungan Universitas Jember yang turut hadir. Diantaranya oleh Sigit Soepardjono, Dekan Fakultas Pertanian, yang berencana membuka Program Studi Hortikultura di Kampus Probolinggo. Pasalnya Probolinggo sejak lama terkenal sebagai produsen bawang merah, sayur mayur serta buah. Sementara Siswoyo Soekarno, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian tertarik untuk membuka Program Studi Teknologi Hasil Perikanan untuk memberikan nilai tambah bagi produk perikanan dan kelautan yang dihasilkan oleh Probolinggo. Sementara itu rekannya, Entin Hidayah yang merupakan Dekan Fakultas Teknik tertarik mengembangkan Program Studi Teknik Mesin, Program Studi Elektro, dan Program Studi Konstruksi Perkapalan di Probolinggo. “Kabupaten Probolinggo memiliki pembangkit tenaga listrik yang besar, serta pelabuhan yang cocok menjadi laboratorium hidrodinamika bagi mahasiswa Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan,” imbuh Entin Hidayah.

Rapat koordinasi lantas menyepakati pihak Universitas Jember dan Pemkab Probolinggo akan membahas detil pembukaan Universitas Jember Kampus Probolinggo di kalangan internal masing-masing. “Dalam waktu dekat perwakilan Universitas Jember juga akan mengunjungi bakal lokasi kampus di Kraksaan, sekaligus bertemu dengan semua pihak terkait. Hasil kajian tersebut akan diwujudkan dalam penandatanganan Memorandum of Undertsanding yang akan ditindaklanjuti dengan perjanjian Memorandum of Act. Harapannya target menerima mahasiswa baru di tahun akademik 2020/2021 bakal terwujud,” pungkas Prof. M. Sulthon. (iim)