Universitas Jember Kampanyekan Gemar Minum Susu

Jember, 12 Mei 2014

Susu banyak mengandung nilai gizi yang baik bagi tubuh terutama untuk anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.  Untuk itu dianjurkan agar masyarakat mengonsumsi susu sejak dini. Namun kenyataannya konsumsi Susu anak-anak Indonesia saat ini hanya mencapai tujuh liter dalam setahun. Demikian yang disampaikan oleh Kepala Pusat Program Pengelolaan dan Pengembangan KKN Universitas Jember Dr. Hidayat Teguh Wiyono saat berkunjung ke Koperasi Galur Murni Kec. Sumberbaru, (10/05).

Menurutnya, tujuh liter dalam setahun itu sama saja dengan dua sendok makan dalam satu hari. Padahal menurutnya kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan untuk menunjang masa pertumbuhan mereka jumlahnya lebih dari dua sendok perhari. “Dua sendok itu jumlah yang sangat sedikit sekali karena mereka dalam masa pertumbuhan, anak-anak Malaysia saja konsumsi susunya sudah mencapai angka 50 liter/tahun,” tutur Dr. Hidayat Teguh Wiyono.

Teguh menambahkan, konsumsi susu yang sangat sedikit tersebut mengakibatkan pertumbuhan dan kecerdasan beberapa anak-anak Indonesia kurang begitu bagus. “Tidak hanya berdampak pada ketahanan tubuh saja namun kecerdasan anak-anak pun kurang begitu berkembang,” imbuh teguh.

Dari permasalahan di atas Dr. teguh bersama para mahasiswa yang dia pimpin mencoba melakukan kampanye gemar minum susu (GMS) diantara kalangan anak-anak SD. Tujuan dari program GMS adalah untuk meningkatkan konsumsi susu yang awalnya hanya 7 liter menjadi 12 liter dalam setahun. Mereka (para mahasiswa) melakukan ke Sekolag sekolah SD yang ada di Jember.

“Konsumsi susu anak-anak dari yang semula hanya 7 liter dalam satu tahun menjadi 12 L/th dan itu sudah merupakan angka yang cukup tinggi bagi Kabupaten Jember,” ujarnya.

Rupanya gagasan mengenai gemar minum susu disambut sangat baik oleh pemerintah Kabupaten Jember. program GMS tersebut akan segera diuji cobakan pada sekolah sekolah dasar yang ada di kecamatan kota kab. Jember. seluruh siswa SD akan minum segelas susu (250 Mili liter) gratis seminggu sekali dalam satu bulan yang merupakan subsidi pemerintah.

“Bupati sangat mendukung program ini jika program percoabaan ini sukses maka seluruh siswa sekolah dasar yang ada dijember konsumsi susunya akan meningkat menjadi 1 liter/bulan atau 12 l/th,” ujarnya. Susu yang diberikan kepada siswa akan dibeli dari para peternak yang tergabung dalam koperasi pengolah susu binaan Universitas Jember.

Saat ini jumlah siswa SD yang ada di Kabupaten Jember mencapai 260.000 siswa, itu dibutuhkan sebanyak 260.000 liter/bulan untuk diberikan kepada siswa-siswi sekolah dasar secara gratis. Dampak dari itu kemudian akan bermunculan peternak-peternak baru yang ada di Kabupaten Jember untuk memenuhi kebutuhan  susu anak-anak.

Dampak dari itu pula akan tumbuh industri pengolah susu, bertambahnya peternak dan akan ada industri pakan ternak. “Jika peternak semakin banyak otomatis aka nada industri pakan, industri pengolahan susu, sehingga peternak tidak perlu lagi menjual susu mereka pada IPS (industri Pengolah Susu) dengan harga yang sangat murah,” ujar teguh menambahkan.

Teguh menambhakan, keseriusan tim dari Universitas Jember dalam melakukan kampanye gemar minum susu ini juga perlu dimbangi oleh komitmen pemerintah dalam mensejahterakan rakyat.

“Sekarang tergantung pemerintah mau mendukung  intustri lokal atau justru membunuh. Karena petani tidak memiliki kekuatan dalam memberikan penawaran haraga jual  kepada IPS. Maka akibatnya peternak sapi Indonesia ini tidak lebih dari seorang buruh yang kerjanya merawat sapi dan menjulanya ke IPS dengan harga yang sangat murah dan kesejahteraan mereka tidak bisa terangkat,” pungkasnya. (Mj)

Leave us a Comment