Universitas Jember Jajaki Kerjasama Dengan Australia di Bidang Pertanian dan Kesehatan

Griffith_UNEJ-630x330px

Jember, 3 Maret 2016

Aussie2

Universitas Jember tengah menjajaki kerjasama di bidang pertanian dan kesehatan dengan perguruan tinggi, dan pusat penelitian yang ada di Australia. Hal ini disampaikan langsung oleh Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember di Kampus Tegalboto (3/3). Rintisan jalinan kerjasama ini adalah hasil kunjungan Moh. Hasan ke Australia yang dilaksanakan pada 21-22 Februari 2017 lalu. Dalam kunjungannya tersebut, rektor didampingi Irma Prasetyowati, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat beserta dua orang guru besar di bidang pertanian, Prof. Dr. Bambang Sugiharto, dan Prof. Dr. Achmad Subagio.

“Ada dua perguruan tinggi yang sudah menyatakan bersedia bekerjasama dengan Universitas Jember, yakni Griffith University dan University of Queensland. Kita juga akan bekerjasama dengan pusat penelitian pertanian di bawah Kementerian Pertanian Australia,” jelas Moh. Hasan. Pilihan kerjasama di bidang pertanian dan kesehatan tidak lepas dari posisi Universitas Jember yang sudah ditetapkan sebagai pusat keunggulan bioteknologi di bidang pertanian dan kesehatan oleh Kemenristekdikti. Rektor mengharapkan,  dengan kerjasama ini akan membuka peluang peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian di bidang bioteknologi, sekaligus memperkaya pengalaman para peneliti di Kampus Tegalboto.

“Kerjasama yang akan dijalin dengan Griffith University bakal fokus di bidang kesehatan, khususnya kesehatan masyarakat karena mereka memiliki Center for Environment and Populations Health. Sementara kerjasama bidang pertanian akan dilaksanakan bersama University of Queensland dan pusat penelitian pertanian Kementerian Pertanian Australia,” imbuh Moh. Hasan. Tidak hanya kerjasama di bidang pertanian, namun juga meliputi bidang peternakan mengingat Universitas Jember dalam waktu dekat membuka Program Studi Peternakan. “Salah satu program kerjasama yang akan dilaksanakan dalam waktu adalah program non gelar bagi para dosen dan peneliti kita di kedua perguruan tinggi tadi,” imbuh rektor.

Menurut Moh. Hasan, untuk kerjasama di bidang pertanian, penelitian yang akan dilakukan adalah pengembangan tanaman sorgum. “Para peneliti kita sudah memiliki kemampuan melakukan rekayasa genetika, jadi harapannya nanti akan ditemukan tanaman sorgum varietas unggul yang cocok ditanam di Indonesia,” ujar rektor yang juga menempuh studi magisternya di Australia ini. Sementara itu kesiapan untuk menjalin kerjasama dengan Griffith University diungkapkan oleh Irma Prasetyowati, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakaat.  “Salah satu program yang akan kami tempuh adalah peningkatan kemampuan staf pengajar melalui sandwich program dan public health leadership program, termasuk mencoba kemungkinan mengajukan dana penelitian bersama,” katanya lagi. (iim/mun)

Leave us a Comment