Universitas Jember Gelar Seminar Pangan dan Lingkungan Tingkat Asia Eropa

Jember, 1 September 2015

Indonesia saat ini sedang dilanda banyak tantangan yang harus dihadapi, termasuk persoalan ketahanan pangan dan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang belum optimal. Oleh karenanyalah pemerintah bersama masyarakat perlu mencari solusi melalui kebijakan yang mengarah pada kemandirian pangan dan pengelolan SDA yang baik.

Demikian yang disampaikan oleh Moh. Hasan Rektor Universitas Jember saat membuka acara “International Seminar on Food, Agriculture & Natural Resources (FANRes)” yang digelar di aula Hotel Aston Jember, (31/8).

Rektor menyampaikan, seminar tersebut merupakan seminar bersama para peneliti yang berasal dari enam negara dan akan sangat bermanfaat dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan dan pemanfaatan SDA secara optimal.

“Nantinya setelah para peneliti perwakilan dari negara Malaysia, Thailand, Korea, Jepang, Indonesia dan Jerman ini mempresentasikan hasil penelitiannya dalam bidang pangan dan SDA, diharapkan mampu menjelaskan persoalan pangan dan SDA yang saat ini sedang dihadapi untuk kemudian dicarikan solusinya secara bersama,” ujar Rektor.

Rektor berharap, acara seminar ini dapat memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah terkait pengelolaan lahan pertanian dan SDA yang berkelanjutan secara optimal. “Saya harap dari acara ini akan ada masukan kepada pemerintah berupa rekomendasi kebijakan dalam rangka kemandirian pangan dan pemanfaatan serta pengeololaan SDA berkelanjutan yang ramah lingkungan,” pungkas Rektor.

 Sementara itu ketua panitia seminar Dr. Ir. Jayus, M. Eng menuturtkan, dalam acara seminar ini Universitas Jember juga menginisiasi terbentuknya jaringan kerjasama bidang pangan, pertanian dan SDA. “Seluruh perwakilan dari enam negara telah sepakat untuk membentuk sebuah ikatan kerjasama ya semacam forum internasional yang memang fokus pada persoalan pangan dan SDA,” ujarnya.

Lebih jauh Jayus menjelaskan, melalui jaringan kerjasama tersebut diharapkan mampu menjawab semua persoalan pangan dunia pada umumnya terutama untuk para anggota yang tergabung dalam jaringan kerjasama tersebut. “International Seminar on Food, Agriculture & Natural Resources atau yang kami singkat FANRes itu nantinya nama jaringan kerjasama Asia Eropa yang sudah kami deklarasikan tadi malam di gedung Soetardjo ” pungkasnya. (Mj)

Leave us a Comment