Universitas Jember Gelar 1st International Conference On Medicine And Health Sciences

Jember, 31 Agustus 2016

Perkembangan bidang kesehatan di Indonesia mengalami peningkatan, hal ini terlihat dari  jumlah fasilitas pelayanan dan tenaga profesional kesehatan yang kompeten. Namun, Indonesia juga masih menghadapi berbagai masalah kesehatan seperti angka kematian yang tinggi pada ibu, angka kematian bayi, prevalensi gizi buruk, beberapa penyakit menular, dan masalah pada kuantitas dan kualitas pada obat.

Berangkat dari fakta tersebut, Fakultas Farmasi Universitas Jember bersama fakultas di rumpun kesehatan menggelar 1st International Conference On Medicine And Health Sciences yang berlangsung pada 31 Agustus hingga 1 September 2016 di Hotel Aston Jember. Menurut Dekan fakultas Farmasi, Lestyo Wulandari, selain melinatkan seluruh fakultas rumpun kesehatan di Universitas Jember, panitia juga melebarkan sayapnya lewat kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk menjalankan misinya dalam melayani masyarakat terutama di bidang kesehatan.

“Kegiatan kali ini bertujuan sebagai ajang berbagi pengalaman, pengetahuan dan hasil penelitian terkini bagi para akademisi, peneliti, praktisi di bidang kesehatan dan bidang terkait,” jelas Dekan Fakultas Farmasi. Menurut Lestyo, panitia juga menggandeng Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dan University of San Carlos (USC) Filipina sebagai mitra. “Konferensi ini juga diharapkan memberikan kontribusi bagi program Sustainable Development Goals (SDGs) atau yang biasa dikenal dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” kata Lestyo lagi.

Untuk diketahui SDGs merupakan konsep lanjutan dari Millenium Development Goals  (MDGs) yang berakhir pada tahun 2015 lalu. Target utama dari SDGs adalah untuk mengentaskan kemiskinan. Indonesia sebagai salah satu negara yang menerapkan konsep ini menggunakan tiga indikator terkait dengan dokumen SDGs. Salah satu indikatornya adalah pembangunan manusia (human development) yang meliputi pendidikan dan kesehatan.

Konferensi ini dibuka secara resmi oleh Pembantu Rektor I, Zulfikar. Tercatat kurang lebih 200 akademisi, praktisi dan mahasiswa yang hadir. Mereka berasal dari USIM, USC, dan perwakilan dari institusi kesehatan di Indonesia, khususnya di bagian timur yaitu Sulawesi, NTT, dan Kalimantan. Hadir pula dalam konferensi ini perwakilan dari Kementerian Kesehatan, dr. Imran Pambudi, MPHM sebagai pembicara utama. Konferensi yang dilakukan selama dua hari tersebut juga mendatangkan delapan narasumber dari berbagai negara seperti Jepang, Taiwan, Malaysia, dan Australia. Diantaranya adalah Dr. Febi Dwirahmadi, S.KM., M.Sc, PH., Prof. Dr. Syed Azhar Bin Syed Sulaiman, Prof. Wang Jin-Jy, Ph.D., Prof. Dr. Roosje R. Oewen, drg., Sp.KGA, Prof. Drs. Bambang Kuswandi, M.Sc., Ph.D., Prof. Akiba Suminori, MD, Ph.D., Prof. Zullies Ikawati, Apt., Ph.D., dan Prof. Dr. rer.nat Gunawan Indrayanto, Apt.  (lid)

Leave us a Comment