Universitas Jember Gandeng BASF, Buka Agro Solution Farm

ASFUNEJ-BASF-UNEJ_3-768×512

Jember, 1 Agustus 2018

Universitas Jember menggandeng BASF (Badische Anilin-und Soda-Fabrik), perusahaan multinasional produsen bahan-bahan kimia asal Jerman untuk membuka Agro Solution Farm (ASF), di lokasi kompleks Agrotechno Park Universitas Jember, di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Jember. ASF adalah fasilitas riset, edukasi, dan konsultasi mengenai pertanian bagi dosen dan mahasiswa Universitas Jember, serta petani di Jember dan sekitarnya. Pembukaan ASF dilaksanakan oleh Zulfikar, Wakil Rektor I bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Universitas Jember, dengan Daniel Loh, Presiden Direktur BASF Indonesia, disaksikan Martin Wolf, Business Director BASF untuk wilayah Asia Tenggara di Agrotechno Park Universitas Jember (1/8).

“Agro Solution Farm adalah bukti komitmen BASF sebagai produsen bahan kimia, termasuk pupuk dan pestisida di bidang pertanian, untuk mengintegrasikan antara riset industri dengan riset akademik. Sebagai produsen kebutuhan pertanian, kami perlu mengetahui dengan pasti apa yang dibutuhkan oleh para petani, kondisi nyata di lapangan beserta dinamika yang ada, untuk itu kami memutuskan berkolaborasi dengan Universitas Jember yang memiliki banyak peneliti yang telah menghasilkan banyak penelitian, khususnya di bidang pertanian. Agro Solution Farm juga menjadi fasilitas layanan paripurna bagi mitra kami, para petani, dengan adanya berbagai kegiatan edukasi dan konsultasi,” jelas Daniel Loh. Penjelasan Daniel Loh didukung oleh koleganya, Kanit Dhanooteph, R&D Director BASF wilayah Asia Tenggara. Menurutnya, inovasi dalam industri hanya dapat berjalan jika mendapatkan dukungan penuh dari dunia perguruan tinggi.

Dukungan pendirian ASF diberikan juga oleh Zulfikar, Pembantu Rektor I Universitas Jember. Dalam sambutannya, Zulfikar menegaskan bahwa pendirian ASF di Agrotechno Park Universitas Jember sejalan dengan kebijakan Kampus Tegalboto untuk menjadikan Agrotechno Park di Jubung sebagai fasilitas penelitian pertanian dari hulu hingga hilir. “Mulai tahun depan, akan ada pembangunan berbagai fasilitas pendukung di Agrotechno Park Jubung yang didanai oleh Islamic Development Bank. Selain menjadi fasilitas riset, edukasi dan konsultasi pertanian, ASF juga bakal menerima mahasiswa magang bahkan memberikan kompetensi tambahan bagi mahasiswa Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi Pertanian, sehingga saat lulus mereka memiliki sertifikat kompetensi tertentu, misalnya aplikator pestisida dan lainnya,” tutur Zulfikar.

Keberadaan fasilitas ASF juga mendapatkan apresiasi dari Maskur, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jember yang juga turut hadir. Menurutnya saat ini kondisi tanah di Jember secara umum memerlukan perhatian khusus mengingat jumlah unsur hara dan mikroorganisme yang makin turun, dibuktikan dengan makin tingginya permintaan pupuk non organik dari tahun ke tahun. “Saya berharap pembukaan ASF memberikan manfaat nyata bagi petani dan pemerintah kabupaten Jember, terutama bagaimana meningkatkan kesuburan tanah serta usaha mewujudkan pertanian yang berkelanjutan, dan pertanian ramah lingkungan, apalagi kami mendapatkan target mensukseskan swasembada padi, jagung dan kedelai,” ujarnya.

Fasilitas ASF berdiri di atas lahan seluas dua hektar di dalam komplek Agrotechno Park Jubung, terdiri dari bangunan perkantoran, lahan penelitian, dan lahan pendidikan yang dapat digunakan oleh dosen, mahasiswa, petani dan termasuk oleh pihak Dinas Pertanian. Pendirian fasilitas ASF adalah pengembangan dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani oleh Universitas Jember dengan BASF.  Seusai seremoni pembukaan fasilitas ASF, hadirin termasuk para petani kemudian melihat dari dekat lahan penelitian dan pendidikan yang ada. “Adanya fasilitas Agro Solution Farm juga menjadi perwujudan kerjasama antara industri dengan dunia akademik serta pemerintah, kolaborasi yang dikenal sebagai triple helix dalam pengembangan industri,” pungkas Daniel Loh yang asal Malaysia ini. Untuk diketahui, pada hari Selasa (31/7), Martin Wolf, Bussines Director BASF Asia Tenggara telah memberikan kuliah umum bertema tantangan pertanian di masa depan di aula Fakultas Pertanian Universitas Jember. (iim).