Universitas Jember Dukung Beroperasinya Bandara Notohadinegoro

Jember, 22 Juli 2014

Setelah delapan tahun absen tanpa aktivitas, akhirnya Bandara Notohadinegoro Jember diresmikan beroperasi 16 Juli 2014 lalu. Pengoperasian bandara yang terletak di di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, itu, ditandai dengan penerbangan komersial perdana yang dilayani PT Garuda Indonesia dengan pesawat berjenis ATR 72-600. Rektor Universitas Jember Drs. Moh. Hasan, MSc., PhD adalah salah satu penumpang yang ikut dalam rombongan penerbangan perdana bersama dengan sejumlah pejabat dari Kementerian Perhubungan dan Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia.

Ditemui setelah mengikuti seremoni kegiatan, Drs. Moh. Hasan, MSc., PhD menyatakan dukungannya atas beroperasinya Bandara Notohadinegoro. Pasalnya ditilik dari sejarah beroperasinya Bandara Notohadinegoro, Universitas Jember adalah salah satu pihak yang turut berperan aktif. “Secara fakta memang cukup jelas, karena kajian feasibility dari bandara dulu dilakukan oleh tim dari Universitas Jember,” ujar rektor.

Drs. Moh. Hasan, MSc., PhD kemudian menceritakan beberapa usaha yang dilakukan Universitas Jember bersama Pemkab Jember dan pihak yang terkait dalam usaha mengaktifkan Bandara Notohadinegoro. “Kami beberapa kali melakukan diskusi, antara lain dengan  Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah III, Moh Alwi dan Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur beserta pihak Pemkab Jember untuk mencari solusi agar bandara bisa segera dioperasikan,” jelas rektor.

Menurut Drs. Moh. Hasan sejak awal Kampus Tegalboto memberikan dukungan penuh  beroperasinya bandara tersebut. Harapannya Jember bisa terkoneksi dengan daerah lain secara mudah melalui transportasi udara. Namun menurutnya, hal itu juga harus disertai dengan semangat untuk melakukan peningkatan produktivitas dan kreativitas masyarakat. Sehingga nantinya ketika para investor mulai berdatangan ke Jember masyarakat sudah siap untuk bersaing.

Lebih jauh Drs. Moh. Hasan, MSc., PhD menjelaskan, bagi Universitas Jember keberadaan bandara yang kini mulai beroperasi sangat membantu. Karena menurutnya selama ini manakala sivitas akademika Universitas Jember bepergian waktu tempuhnya paling lama untuk di pulau Jawa, sehingga sedikit menyulitkan disaat hendak melakukan rapat di luar kota.

“Sekarang sudah mudah. Jika ada tamu dari luar Jember misalnya menteri, kini tidak perlu lagi berfikir waktu tempuh yang terlalu lama. Selain itu juga dapat memfasiltasi para tamu dari luar negeri ataupun para orang tua mahasiswa yang menginginkan waktu tempuh yang lebih cepat,” pungkasnya. (Mj/iim)

Leave us a Comment