Universitas Jember Dorong Mahasiswanya Jadi Cyber Security

CyberSec_UNEJ-2-768×509

Jember, 13 Januari 2019

Sebanyak 214 mahasiswa Universitas Jember mengikuti seleksi Program Beasiswa Berkarya bidang cyber security, di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Jember (13/2). Selama setengah jam mereka ditantang untuk masuk ke sebuah  aplikasi berbasis website tanpa mengetahui username dan password. Nantinya dari 214 peserta akan disaring 50 mahasiswa yang akan bertugas menjadi cyber security selama setahun di bawah koordinasi UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi. Tugas sebagai cyber security antara lain memeriksa keamanan berbagai aplikasi berbasis website yang ada di Universitas Jember, seperti layanan Sistem Informasi Terpadu (Sister), repository, Sistem Kepegawaian, website fakultas dan universitas dan aplikasi lainnya.

Ditemui di sela-sela mengawasi jalannya seleksi, Andrei Ramani, koordinator pelaksana seleksi beasiswa Berkarya cyber security menjelaskan, ide awal rekrutmen mahasiswa Program Beasiswa Berkarya bidang cyber security dilatar belakangi makin beragamnya layanan berbasis website di Kampus Tegalboto. Di lain sisi jumlah mahasiswa yang dilayani juga makin bertambah, sehingga perlu peningkatan keamanan. “Targetnya akan ada 50 mahasiswa petugas cyber security, nantinya mereka akan mengawasi keamanan berbagai aplikasi berbasis website di berbagai fakultas dan unit kerja Universitas Jember yang saat ini jumlahnya sudah lebih dari 100 aplikasi,” ujar Andrei Ramani yang juga Wakil Dekan III Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember.

Ditemui secara terpisah, Zulfikar, Wakil Rektor I Universitas Jember menambahkan, program beasiswa Berkarya adalah program beasiswa berbasis magang yang digagas oleh Universitas Jember. Dalam prakteknya, di sela-sela kewajiban melaksanakan kuliah, mahasiswa peserta program beasiswa berkarya bakal bertugas di unit kerja dan fakultas di Universitas Jember. Selain membuka beasiswa di bidang cyber security, beasiswa Berkarya Universitas Jember juga membuka seleksi di bidang kehumasan, pustakawan, laboran dan bidang lainnya.

“Jadi selain bertujuan untuk membantu mahasiswa dari sisi finansial, program beasiswa Berkarya Universitas Jember juga memberikan tambahan soft skill bagi mahasiswa. Sebab selama menjalani magang, mereka juga mendapatkan berbagai pelatihan sesuai bidang kerjanya, sehingga setelah lulus nanti mereka sudah punya bekal keterampilan, selain ilmu yang diperoleh sesuai program studinya masing-masing. Misalnya saja kemampuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi sangat dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0 saat ini,” imbuh Zulfikar. Nantinya, mahasiswa yang lolos seleksi setiap bulannya akan menerima beasiswa Berkarya sebesar 400 ribu per bulan selama setahun.

Pantauan di lapangan, hingga sesi seleksi ke lima, tercatat ada lima mahasiswa yang berhasil menembus aplikasi berbasis website yang disediakan oleh UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi, sementara 16 mahasiswa berhasil menyelesaikan tantangan, namun melewati waktu yang disediakan. “Hasil seleksi hari ini akan kami laporkan kepada Wakil Rektor I untuk kemudian diputuskan siapa yang berhak menerima beasiswa Berkarya. Yang menarik, ternyata peserta seleksi hari ini berasal dari beragam fakultas, justru mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer hanya lima puluhan orang saja,” pungkas Andrei Ramani. (iim/dian/is)