Universitas Jember Dan PTPN X Jalin Kerjasama Penelitian dan Pengembangan Produk Turunan Tembakau

UNEJ-PTPNX_unej-630x330px

Jember, 22 Maret 2017

Universitas Jember sepakat untuk menjalin kerjasama dengan PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) X, dalam meneliti dan mengembangkan produk turunan tembakau. Kesepakatan ini diungkapkan oleh Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember seusai menandatangani naskah kesepahaman kerjasama dengan direktur Utama PTPN X, Dwi Satriyo Annurogo, di kampus Tegalboto (22/3). Kerjasama untuk penelitian dan pengembangan produk turunan tembakau menjadi salah satu bentuk kerjasama dari beberapa kerjasama yang telah disepakati antara dua pihak.

Menurut Moh. Hasan, kerjasama penelitian dan pengembangan produk turunan tembakau dipilih, karena tembakau menjadi salah satu produk perkebunan yang banyak mengundang kontroversi saat ini, khususnya di bidang kesehatan. Namun di sisi lain, tembakau telah memberikan kontribusi bagi perekonomian Indonesia, bahkan sudah menjadi warisan sosial bagi masyarakat Indonesia. Khususnya bagi Jember yang sudah lama dikenal sebagai penghasil tembakau berkualitas. “Ada banyak pro dan kontra mengenai tembakau, dan ini harus disikapi dengan bijaksana. Salah satu sumbangan para peneliti Universitas Jember adalah dengan terus berusaha mencari alternatif pengembangan produk turunan tembakau, sehingga tembakau tidak hanya sebagai bahan pembuat rokok dan cerutu saja,” jelas Rektor.

Kesiapan Universitas Jember untuk melaksanakan penelitian dan pengembangan produk turunan tembakau, disampaikan oleh Prof. Dr. Tri Agus Siswoyo. Peneliti Center for Development of Advanced Science and Technology (CDAST) ini telah menemukan potensi obat anti hipertensi dan antioksidan bersumber dari gen yang ada di buah melinjo. Namun dalam perkembangannya, ternyata menjadikan melinjo sebagai sumber bahan obat anti hipertensi dan antioksidan butuh waktu dan biaya yang besar, sehingga perlu tanaman alternatif sebagai pengganti tanaman melinjo.

“Saat ini saya tengah berusaha mengambil gen penghasil obat anti hipertensi dan antioksidan yang ada di tanaman melinjo, dan memasukkan ke tanaman tembakau. Pasalnya tanaman tembakau lebih cepat tumbuh daripada melinjo. Harapannya, tanaman tembakau yang telah disusupi gen penghasil obat anti hipertensi dan antioksidan, bakal menjadi tembakau yang berfungsi sebagai tanaman penghasil obat anti hipertensi dan sumber anti oksidan. Selanjutnya, pembuatan obat anti hipertensi dan antioksidan dapat dilakukan dengan cara mengekstraksikan daun tembakau tersebut,” jelas Tri Agus Siswoyo yang pagi itu turut menemani Moh. Hasan.

Paparan peneliti Universitas Jember mendapatkan tanggapan dan apresiasi yang positif dari Dwi Satriyo Annurogo. Menurutnya, PTPN X memiliki lahan perkebunan tembakau yang cukup luas, termasuk di Jember. Sementara ini hasil tembakau yang dihasilkan umumnya digunakan sebagai bahan pembuat rokok dan cerutu. Perusahaan yang dipimpinnya juga sudah memikirkan pengembangan produk turunan tembakau untuk produk obat herbal dan pestisida organik. “Kerjasama antara PTPN X dengan Universitas Jember diharapkan dapat menciptakan alternatif bagi produk turunan tembakau. Kami memiliki lahan tembakau yang siap sebagai lahan uji coba, termasuk mengerahkan peneliti di Pusat Penelitian Tembakau kami yang ada di Jember,” kata Dwi Satriyo Annurogo.

Dwi Satriyo Annurogo juga menjelaskan, kerjasama yang dibangun dengan Universitas Jember tidak hanya di bidang pertanian dan perkebunan. Kerjasama yang dijalin juga meliputi  bidang lainnya seperti bidang kesehatan. Seperti diketahui PTPN X juga mengoperasikan rumah sakit seperti Rumah Sakit Jember Klinik di Jember, dan rumah sakit di daerah lainnya. Sementara Universitas Jember memiliki fakultas di rumpun kesehatan yakni Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Farmasi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Program Studi Ilmu Keperawatan. Diharapkan dua institusi ini dapat bersinergi lebih baik lagi dengan adanya nota kesepahaman kerjasama.

Sementara itu, Komisaris Utama PTPN X, Prof. Dr. Rudi Wibowo yang turut hadir menambahkan, PTPN X juga bermaksud turut berpartisipasi dalam pengembangan Agrotechnopark Universitas Jember yang ada di daerah Jubung. “Kami ingin membangun window shoping atau diorama yang menjelaskan proses pertanian modern. Misalnya dari proses penanaman tebu hingga diproses menjadi gula atau produk lainnya. Harapannya, siswa-siswi yang duduk di bangku sekolah dapat memahami, sehingga dapat menumbuh kembangkan minat generasi muda untuk  menggeluti dunia pertanian. Tidak hanya PTPN X, nanti saya juga akan mengajak PTPN XI dan PTPN XII untuk turut serta mengembangkan Agrotechnopark,” imbuh pria yang juga guru besar sosial ekonomi pertanian di Fakultas Pertanian Universitas Jember ini. (iim)

Leave us a Comment