Universitas Jember Buka Tiga Program Studi S 1 Baru di SBMPTBR 2017

prodi_baru_UNEJ

Jember, 21 Juni 2017

Universitas Jember membuka tiga Program Studi baru tingkat sarjana (S 1) dalam pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Besuki Raya (SBMPTBR) 2017. Ketiga program studi baru itu adalah Perencanaan Wilayah Kota, dan Teknik Kimia di Fakultas Teknik, serta Pendidikan Geografi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Kepastian pembukaan ketiga program studi tersebut disampaikan oleh Zulfikar, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember di kampus Tegalboto (21/6). Menurut Zulfikar, pembukaan tiga program studi baru di bidang sains dan teknologi sesuai dengan program Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang fokus mengembangkan program studi berbasis Science, Technology, Engineering and Mathematic (STEM).

“Alhamdulillah, Universitas Jember mendapatkan kepercayaan membuka tiga program studi baru, karena ijinnya turun setelah pelaksanaan SBMPTN, maka pendaftarannya dibuka melalui jalur SBMPTBR 2017,” jelas Zulfikar saat ditemui di sela-sela kesibukannya. Menurut Wakil Rektor yang juga dosen Kimia ini, pembukaan program studi baru di SBMPTBR memberikan keuntungan tersendiri bagi calon pendaftar, karena persaingannya tidak seketat di jalur SNMPTN dan SBMPTN. “Tahun depan, ketiga program studi tersebut akan mulai menerima calon mahasiswa dari jalur SNMPTN dan SBMPTN, serta tentu saja dari SBMPTBR yang merupakan jalur mandiri kita,” imbuh Zulfikar. Dengan tambahan tiga program studi baru, maka Universitas Jember kini memiliki 48 program studi tingkat sarjana.

Sementara itu ditemui terpisah, Boy Arief Fachry, PhD., salah seorang dosen Program Studi Teknik Kimia menjelaskan jika Program Studi Teknik Kimia di Universitas Jember salah satunya akan fokus pada pengolahan dan pemanfaatan produk pertanian serta perkebunan menjadi produk biokimia dan biomassa yang ramah lingkungan. “Kami akan concern pada bagaimana memanfaatkan produk pertanian dan perkebunan yang menjadi andalan dari daerah Jember dan sekitarnya, menjadi berbagai produk biokimia, termasuk menjadi biofuel. Pasalnya di masa datang energi terbaharukan bakal menggantikan bahan bakar berbasis fosil. Misalnya saja sekam padi menjadi bioetanol dan sebagainya. Keunikan ini yang membedakan Program Studi Teknik Kimia Universitas Jember dengan yang lainnya,” ujar dosen lulusan University of Groningen, Belanda ini.

Kesiapan pembukaan program studi baru juga disampaikan oleh Dr. Dewi Junita, dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK). Menurutnya, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Jember dibuka, salah satunya untuk mengisi kebutuhan tenaga perencana wilayah dan kota yang masih minim di Indonesia, sehingga harapannya akan muncul penyusun Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang handal. “Kami telah menggandeng Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI) untuk menyusun kurikulum yang sesuai dengan kondisi perkembangan Indonesia,” tutur Dewi Junita. Dewi lantas menambahkan, salah satu kompetensi lulusan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Jember adalah mampu merencanakan kawasan pertanian industrial.

Untuk diketahui pendaftaran SBMPTBR diperpanjang hingga tanggal 3 Juli 2017. Perpanjangan ini dimaksudkan agar para calon pendaftar memiliki keleluasaan untuk melaksanakan proses pembayaran dan pendaftaran yang diselenggarakan secara on line. Sementara untuk mengantisipasi masa libur Hari raya Idul Fitri dimana bank tengah libur, para calon peserta SBMPTBR dapat membayar melalui ATM Bank Mandiri. Ujian SBMPTBR sendiri akan dilaksanakan pada 8 Juli 2017. (iim)