Universitas Budi Luhur Jalin Kerjasama Dengan Universitas Jember

UBL_unej630x330px

Jember, 1 Maret 2017

Universitas Jember terus berupaya memperluas jalinan kerjasama dengan berbagai pihak. Pasalnya, usaha memperluas kerjasama ini diharapkan dapat mendukung pengembangan Tri Dharma perguruan tinggi, yang menjadi kewajiban seluruh institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember seusai acara penandatanganan naskah kesepahaman antara Universitas Jember dengan Universitas Budi Luhur, Jakarta, di ruang rektor (28/2). Dalam kesempatan ini, Universitas Budi Luhur diwakili oleh Dr. Wendi Usino, M.Sc, selaku Plt. Rektor. Turut mendampingi adalah Kasih Hanggoro, MBA, Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti beserta penasehat senior yayasan, S.Z. Manurung, SH.

Kesediaan Universitas Jember bekerjasama dengan Universitas Budi Luhur, mendapatkan apresiasi dari Kasih Hanggoro. Menurutnya sebagai perguruan tinggi yang tergolong berusia muda, pihaknya masih perlu banyak belajar, khususnya di bidang penelitian. “Kami berencana mengembangkan penelitian-penelitian yang sudah dilakukan oleh para peneliti di Universitas Jember. Harapannya akan merangsang kuantitas dan kualitas penelitian di Universitas Budi Luhur,” jelas Kasih Hanggoro. Selain menjalin kerjasama, kedatangan Universitas Budi Luhur juga dalam rangka memohon ijin kepada Rektor untuk menjadikan salah seorang putra terbaik Kampus Tegalboto, Prof. Dr. Didik Sulistyanto untuk menjabat rektor Universitas Budi Luhur.

Menanggapi permohonan tersebut, secara prinsip Rektor Universitas Jember memberikan izin. “Saya bangga, salah seorang guru besar kita dipercaya untuk menduduki jabatan rektor, hal ini membuktikan bahwa sumber daya manusia Universitas Jember diakui. Saya juga yakin Pak Didik memiliki kompetensi untuk mengemban jabatan rektor,” ujar Moh. Hasan yang siang itu didampingi Wakil Rektor I dan III, serta Prof. Dr. Didik Sulistyanto. Moh. Hasan lantas meminta agar permohonan ini ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Namun jangan lupa dengan Kampus Tegalboto,” imbuh Moh. Hasan.

Kasih Hanggoro lantas menceritakan, niatan meminta kesediaan Prof. Dr. Didik Sulistyanto untuk menduduki jabatan rektor di Universitas Budi Luhur bermula saat guru besar di Fakultas Pertanian Universitas Jember ini membimbing penelitian di beberapa perguruan tinggi, termasuk Universitas Budi Luhur. “Kami melihat Pak Didik sangat telaten membimbing para peneliti di kampus kami, sementara kami di Universitas Budi Luhur juga tengah mengembangkan bidang penelitian. Oleh karena itu kami memohon kepada Rektor Universitas Jember agar bersedia memberikan ijin menjadikan beliau rektor di Universitas Budi Luhur,” tutur Kasih Hanggoro lagi.

Untuk diketahui, beberapa dosen di Kampus Tegalboto mendapatkan kepercayaan menduduki jabatan rektor di perguruan tinggi negeri maupun swasta, serta jabatan penting lainnya. Mereka antara lain adalah Prof. Dr. Bustami Rahman sebagai Rektor Universitas Bangka Belitung, Andang Subaharianto, M.Hum yang telah dipercaya sebagai Rektor Universitas Tujuh Belas Agustus Banyuwangi, serta Prof. Dr. Widodo Eko Tjahjono yang kini menjabat Direktur Jenderal Perundang-Undangan Kementerian Hukum dan HAM RI. (iim)

Leave us a Comment