Unej Siap Hadapi ASEAN Economic Community (AEC)

Jember, 7 Maret 2014

Menjelang implementasi kesepakatan integrasi ASEAN Economic Community (AEC) akhir tahun 2015, lembaga perguruan tinggi memiliki posisi dan peran dalam mempersiapkan mahasiswa sebagai sumber daya manusia yang tangguh. Dari hal itu diperlukan suatu system pendidikan yang mampu melahirkan SDM yang mampu bersaing, ungkap Dr. M. Fathorrazi, M.Si dekan Fakultas Ekonomi Universitas Jember.

Menurut Dr. M. Fathorrazi, M.Si, ASEAN Economic Community (AEC) yang akan diterapakan 2015 mendatang pada dasarnya merupakan sebuah kesepakatan bersama para negara anggota ASEAN untuk menjadi satu sehingga tidak hanya memikirkan masalah pribadi namun juga masalah negara lain sesame ASEAN.

Dia mengemukakan ada 4 tema yang telah disepakati dan menjadi pilar penting dalam AEC. ASEAN sebagai single market and production base (aliran bebas barang, bebas jasa, bebas investasi, bebas tenaga kerja terdidik, dan bebas modal); ASEAN sebagai kawasan dengan daya saing tinggi (a highly competitive economic region); ASEAN sebagai kawasan dengan pengembangan ekonomi yang merata dengan elemen pengembangan UMKM (a region of equitable economic development); dan ASEAN sebagai kawasan terintegrasi (a region fully integrated in to the global economy). Pada empat pilar tersebut setiap Negara Anggota ASEAN harus memberikan kemudahan dalam implementasinya.

Dr. M. Fathorrazi, Msi juga menyampaikan, pada dasarnya kualitas SDM yang ada di Indonesia sebenarnya sudah mampu untuk menuju AEC. Hal itu dikarenakan dengan memiliki jumlah penduduk terbesar di ASEAN Indonesia memiliki banyak sekali SDM yang berpotensi besar. “Saya rasa SDM Indonesia mampu menjawab tantangan AEC 2015 mendatang, maahasiswa kita tidak kalah dari mereka seperti halnya mahasiswa Ekonomi yang tampil sebagai juara 1 dalam kompetisi tingkat ASEAN bidang bisnis plan,” ungkapnya.

Dia menambahkan mahasiswa Universitas Jember yang merupakan bagian kecil dari Negara Indonesia sering kali tampil sebagai juara dalam ajang kompetisi Internasional. Selain itu beberapa dosen yang ada di Universitas Jember banyak yang diminta untuk menjadi tenaga pengajar (dosen) dibeberapa Negara lain khususnya Negara-negara anggota ASEAN. “Beberapa waktu lalu dosen kami (Fakultas Ekonomi) diminta untuk mengajar di University of San Carlos Philipina selama beberapa hari” imbuhnya.

Pada kesempatan yang berbeda Prof. Dr. Ek. Moh. Saleh S.E., M.Sc Pembantu Rektor III yang membidangi kemahasiswaan menuturkan, jika suatu negara ingin maju setidaknya harus memiliki jumlah pengusaha sebesar 3 persen dari total jumlah penduduk. Namun kenyataannya sampai akhir tahun 2013 jumlah pengusaha yang ada di Indonesia belum mencapai angak 1 persen. “Suatu negara jika ingin maju harus memiliki stidaknya 3 persen pengusaha namun Indonesia saat ini masih dibawah 1 persen,” tutur Prof. Saleh.

Lebih jauh Prof. Saleh menambahkan, selama ini Unej terus menggalakkan program pembinaan kepada mahasiswa dalam berwirausaha. melalui program mahasiswa wirausaha yang dikompetisikan setiap tahun, mahasiswa mendapatkan pendampingan dan bantuan modal bergulir. Hal itu dilakukan dalam rangka untuk mencetak generasi unggulan dalam bidang kewirausahaan maupun dibidang akademik.

“Kitas semua harus mempersiapkan diri menuju ASEAN Economic Community, Karena mau tidak mau, suka tidak suka persaingan akan semakin ketat, sehingga kita harus siap dan mempersiapkan para mahasiswa untuk menciptakan lapangan kerja bukan sekedar menjadi pencari kerja,” pungkas Prof saleh. Dari program mahasiswa wirausaha yang sudah berjalan, Unej telah mampu melahirkan puluhan mahasiswa yang memiliki usaha diberbagai sektor sejak masih duduk di bangku kuliah. (Mj)

Leave us a Comment