UNEJ Semakin Serius Tingkatkan Publikasi Ilmiah

lp2m_UNEJ-1024×681

Jember, 22 Mei 2018

Universitas Jember semakin serius untuk tingkatkan publikasi ilmiah. Salah satunya adalah dengan diluncurkannya Klinik Publikasi Ilmiah oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), di aula lantai III kantor pusat Universitas Jember, (22/5). Peluncuran itu dilakukan langsung oleh Moh. Hasan Rektor Universitas Jember.

Dalam acara yang dihadiri oleh perwakilan dosen dari Universitas Jember dan beberapa dosen kampus sekitar Universitas Jember Hasan mengatakan, kedepan Universitas Jember akan semakin serius dalam menata kualitas dan kuantitas penelitian para dosen di lingkungan Universitas Jember dan juga siap membantu peneliti dari kampus lain khususnya yang berada di wilayah Jember.

“Kedepan kita akan semakin serius dalam melakukan konsolidasi terkait penelitian agar riset yang dilakukan bisa berdampak besar terutama pada proses pembelajaran mahasiswa dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Hasan.

Hasan mengatakan, penelitian para dosen menjadi bagian penting dalam proses akademik sebuah perguruan tinggi. Karena menurutnya, dalam proses akademik mahasiswa harus disajikan penelitian terbaru terkait perkembangan jaman.

“Tanpa riset proses updating belajaran menjadi lambat, informasi mengenai perkembangan suatu hal yang didapatkan melalui riset harus disajikan kepada mahasiswa. Mahasiswa jangan hanya disuguhi dengan riset-riset orang lain tetapi suguhilah hasil riset sendiri. Oleh karena itu kami mewajibkan seluruh dosen menjadi bagian dari Keris (Kelompok riset) yang ada di Universitas Jember,” tutur Hasan.

Sementara itu Khoirul Anam, Sekertaris II Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) mengatakan, Klinik Publikasi Ilmiah adalah untuk memberikan kemudahan bagi para peneliti dalam proses publikasi pada jurnal internasional terakreditasi.

“Biasanya para dosen kesulitannya adalah pada hal bahasa. Karena kebanyakan jurnal yang mereka buat menggunakan bahasa Indonesia padahal untuk bisa masuk jurnal internasioanal wajib menggunakan bahasa Inggris. Oleh karena itu salah satu fungsi keberadaan Klinik Ilmiah ini adalah untuk membantu proses alih bahasa,” ujar Anam.

Anam berharap kehadiran Klinik Publikasi Ilmiah ini mampu mendorong proses percepatan publikasi jurnal internasional yang terakreditasi.

“Adanya klinik ini diharapkan mampu mendorong para dosen untuk melakukan penelitian ataupun membuat jurnal, cukup pakai bahasa Indonesia saja. Nanti kami yang akan menerjemahkan, dan misalkan sudah dalam bentuk bahasa Inggris kami juga akan membantu melakukan pengeditan agar isinya layak untuk dipublikasikan. Intinya kami akan serius membantu para dosen hingga jurnal yang dibuat bisa terpublikasi” tutur anam.(mun)