Unej Lakukan Kajian Kebencanaan

Jember, 27 Januari 2014

Siklus bencana alam yang terjadi hampir setiap tahun di Kabupaten Jember telah menelan banyak korban dan kerugian. Sebagai satu-satunya perguruan tinggi yang ada di Jember Unej senantiasa berperan secara aktif terhadap fenomena yang ada dimasyarakat Jember termasuk fenomena bencana alam. Melalui lembaga penelitiannya Unej terus melakukan kajian kebencanaan untuk mempelajari tingkat kerentanan dan kapsitas masyarakat dalam menghadapi bencana alam yang terjadi khususnya di wilayah Jember.

Melalui kajian kebencanaan diharapkan akan mampu melakukan mitigasi bencana, sehingga bias dilakukan tindakan preventif untuk mengurangi kemungkinan resiko yang akan terjadi saat bencana melanda. Melalui kajian tersebut dapat diketahui seberapa besar tingkat kerentanan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapai bencana yang mungkin terjadi.

“Dengan melakukan mengenai kebencanaan dapat diketahui seberapa besar kesiapan mereka masyarakat dalam menghadapi bencana yang mungkin terjadikarena,” ungkap Drs. Djoko Mulyono, M.Si selaku salah satu dosen yang konsen dalam studi kebencanaan.

Menurutnya  topografi kabupaten Jember yang terdiri dari pegunungan, bukit dan pantai membuat Jember akrab sekali dengan bencana alam seperti halnya lonsor, banjir bandang, eurupsi Gunung Raung dan Tusnami. “Masyarakat tidak tidak bisa menghindari bencana namun bias mengurangi kerugian yang diakibatkan bencana,” imbuh Mulyono.

Selain melakukan kajian mengenai kebencanaan Unej juga terus membangun solidaritas SDM untuk evakuasi bencana. Bekerjasama   dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Unej telah menggelar pelatihan tanggap darurat bencana untuk BPBD yang ada di 8 kabupaten kota Jawa Timur yang ditempatkan di daerah  Pujon  Malang selama 4 hari pada Desember tahun lalu.

Ditempat terpisah Prof. Dr. Ek. Moh. Saleh S.E., M.Sc selaku Pembantu Rektor III yang membidangi kemahasiswaan menuturkan, dirinya sedang mempersiapkan relawan kampus yang khusus akan ditugaskan dalam menangani bencana. “Kami sedang mempersiapkan untuk membntuk tim relawan kampus, ya semacam tim SAR khusus untuk menangani bencana,” ungkap Prof. Saleh.

Menurutnya relawan tersebut akan dilatih untuk melakukan pemetaan bencana kerentanan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana, mitigasi terhadap bencana, penanganan bencana dan penanganan paska terjadinya bencana. “Para relawan nantinya akan terdiri dari mahasiswa dari banyak jurusan yang ada di Unej agar mereka bisa melakukan pekerjaan secara terpadu, ada bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan tekhnik dan lainnya,” imbuh Prof. Saleh. (Mj)

Leave us a Comment