Unej Cepat Tanggap Bencana Kencong

Jember, 20 Januari 2014

Bencana banjir yang melanda dua desa di Kecamatan Kencong beberapa waktu lalu menimbulkan simpati mendalam dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Tim Bantuan Medis (TBM) Vertex Fakultas Kedokteran Universitas Jember.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga didua desa di kecamatan tersebut, yaitu desa Kraton dan Desa Paseban TBM FK Unej membuka posko peduli banjir. Posko yang dipusatkan disalah satu sekolah dasar yang ada di Desa Kraton merupakan kerja sama antara TBM Vertex FK Unej, BPBD, Puskesmas setempat, dan KODIM. Tim TBM berada di sana selama 3 hari, sejak tanggal 23-26 Desember lalu.

“Sejak terdengar berita mengenai banjir bandang di Kencong pak rector langsung menginstruksikan supaya Unej menerjunkan tim untuk membantu mereka yang membutuhkan pertolonagn pertama,” ujar Prof. Dr. Ek. Moh. Saleh S.E., M.Sc Pembantu Rektor III yang membidangi kemahasiswaan.

Menurutnya, penerjunan mahasiswa ke wilayah bencana untuk membantu masyarakat yang belum tertangani utamanya para korban yang berada didaerah pelosok desa Keraton dengan medan yang sulit untuk dijangkau. “Penerjunan mahasiswa juga juga untuk meningkatkan jiwa peduli mahasiswa,” imbuh Prof Saleh.

Tim TBM Vertex merupakan unit kegiatan mahasiswa Fakultas Kedokteran bidang kebencanaan. Mereka selalu siap untuk diterjunkan pada wilayah bencana kususnya daerah karisidenan Besuki seperti halnya bencana banjir kencong. Mereka disana hadir untuk memberikan pengobatan gratis, memberikan edukasi kesehatan dan melakukan penyuluhan pemulihan trauma akibat bencana.

“Kami disana memberiakan pengobatan gratis dan penyuluhan paska bencana, Alhamdulillah semua berjalan lancar hanya saja beberapa warga menolak untuk dievakuasi sehingga kami harus keliling desa mendangani mereka,” tutur Dimas selaku wakil Tim TBM Vertex. Menurutnya penyakit yang diderita korban bencana banjir Kencong rata-rata adalah gatal-gatal, diare, batuk, pilek, dan demam.

Kepedulian para mahasiswa terhadap musibah banjir yang dialami warga dua desa di Kecamatan Kencong, kata Dimas, merupakan semangat karya nyata dan mendharmakan diri serta mengimplementasikan tri dharma perguruan tinggi. “Ini adalah bentuk karya nyata kami dan merupakan bentuk implementasi dari tri dharma perguruan tinggi,” imbuh Dimas. (Mj)

Leave us a Comment