UNEJ Bersholawat

Jember, 16 November 2015

Ribuan jamaah dari berbagai penjuru Kabupaten Jember dan sekitarnya memenuhi jalan utama (double way) menuju Universitas Jember mengikuti acara Tabligh Akbar dan Unej Bersolawat, (15/11). Acara dipimpin langsung oleh Muassis Jami’iyyah Solawat Nabi PP Al-Amien Ambulu. Acara ini merupakan agenda Festival Tegalboto dalam rangka mensyukuri hari lahir Universitas Jember ke-51.

Dalam sambutannya Drs. Moh. Hasan, M.SC, Ph.D Rektor Universitas Jember menyampaikan, digelarnya acara Tablig Akbar dan UNEJ Bersolawat merupakan salah satu wujud syukur dari seluruh keluarga besar Universitas Jember yang tahun ini genap berusia 51 tahun.

Dalam acara yang dihadiri oleh Beberapa kalangan Ulama dan Umaro’ Kabupaten Jember itu Rektor berharap kedepan Universitas Jember semakin berkembang dan semakin besar pula kemanfatannya kepada masyarakat.

“Semoga melalui solawat dan doa bersama ini Unej bisa semakin maju dalam mencetak para lulusan yang tidak hanya unggul dari sisi akademik namun juga unggul dalam budi pekerti dan keimanannya,” papar Drs. Hasan yang saat ini juga genap berusia 51 tahun itu.

Dalam kesempatan itu hadir juga KH. Agus Ali Masykuri Pengasuh PP. Bumi Bersolawat Sidoarjo memberikan ceramah. Dalam ceramah singkatnya Kyai yang akrab dengan panggilan Kyai. Ali masykur ini mengingatkan agar senantiasa berfikir positif.

“Kalo kita melempar sepatu ya jatuhnya sepatu, kita melempar sampah yang jatuh juga sampah, maka dari itu mari kita dalam berdoa mintalah yang baik-baik dan dengan kesabaran menunggu saatnya doa-doa yang kita lemparkan (lantunkan) dikabulkan,” paparnaya.

Kyai Ali juga mengingatkan agar selalu berhati-hati dalam memilih kawan dalam pergaulan. Menurutnya, dalam selayaknya kita bergaul dengan orang-orang pilihan. Karena menurutnya, teman bergaul akan memberikan pengaruh yang cukup kuat pada sifat dan sikap seseorang.

“Dalam Hadist Riwayat Abu Daud dan Tirmidzi telah dikatakan, bila ingin mengetahui seseorang, lihatlah siapa temannya. Wong apik karena pengaruh konco, wong kang elek ugo pengaruh konco. Contoh, KH Hasyim Ashari pendiri Tebu Ireng yang juga pendiri NU karena ada peran dari temannya yaitu KH. Wahab, Kyai Bisryi, Kyai Samsul Arifin, Kyai Faqih dan kyai lainnya. Demikian pula Sukarno Presiden RI karena ada peran Bung Hatta, KH wahid hasyim, Abdul Khahar dan lainnya,” imbuhnya.

Diujung ceramahnya beliau mengingatkan agar benar-benar memilih teman-teman yang baik. “Pengaruh keturunan, pendidikan masih kalah dengan pengaruh pergaulan. Karena itu kegiatan-kegiatan keagamaan seperti sholawatan, yasinan, dan lainnya dapat mendukung perbaikan masyarakat,” pungkasnya. (Mj)

Leave us a Comment