UIN Walisongo Semarang Kunjungi Kampus Tegalboto, Pelajari Sistem Perencanaan dan Keuangan Universitas Jember

UNEJ-UIN-1-700×426

Jember, 19 Maret 2018

Universitas Jember mendapatkan kunjungan jajaran pejabat bidang perencanaan dan keuangan  Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang (19/3). Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Prof. Imam Taufiq, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, dalam rangka mempelajari sistem perencanaan dan keuangan yang sudah diterapkan oleh Universitas Jember. Kedatangan tim UIN Walisongo Semarang disambut langsung oleh Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember, beserta Wachju Subchan, Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan di gedung rektorat. Menurut Prof. Imam Taufiq, kedatangan kali ini dalam rangka mempererat tali silaturahmi antar perguruan tinggi, sekaligus belajar dan berdiskusi terkait pengalaman Universitas Jember dalam bidang penerapan perencanaan dan keuangan.

Dalam sesi diskusi yang diselenggarakan di ruang rapat senat di lantai 2 gedung Rektorat, tim UIN Walisongo tertarik dengan penerapan Sistem Informasi Manajemen Anggaran (Simangga) dan Sistem Manajemen Keuangan (Simkeu) yang menjadi bagian dari Sistem Informasi Manajemen Terpadu (Sister) yang dijalankan di Kampus Tegalboto. “Sebenarnya kami memiliki Sistem Informasi Realisasi Anggaran, namun memang belum berjalan dengan maksimal karena belum berawal dari perencanaan yang berbasis kebutuhan tiap unit kerja. Kami juga masih harus belajar bagaimana mengalokasikan anggaran dengan tepat kepada seluruh unit kerja yang ada,” tutur Prof. Imam Taufiq yang hari itu mengajak kepala biro hingga jajaran kepala bagian yang terkait bidang perencanaan dan keuangan.

Sementara itu dalam presentasinya pada saat sesi diskusi, Wachju Subchan menyambut baik keinginan para koleganya dari UIN Walisongo untuk saling belajar dan berjejaring. Menurutnya setiap perguruan tinggi memiliki peluang dan tantangan tersendiri yang dapat  dipelajari oleh perguruan tinggi lainnya. “Di Universitas Jember kami mengelola keuangan dengan diawali dari perencanaan  yang berpedoman pada Arah Pengembangan Universitas, Rencana Strategis, dan Rencana Kerja yang sudah disiapkan. Basis perencanaan inilah yang bakal menjadi panduan pembuatan term of reference. Kami juga melibatkan para reviewer, Satuan Pengawas Internal dan UPT teknologi Informasi dalam proses perencanaan dan penganggaran,” urai Wachju Subchan.

Jalannya diskusi berlangsung konstruktif, baik pihak UIN Walisongo maupun Universitas Jember membeberkan pengalaman masing-masing dalam tata kelola perguruan tinggi. “Kami bersyukur dapat memperoleh banyak informasi dan pengalaman dari kawan-kawan UIN Walisongo yang kebetulan telah terlebih dahulu menjadi perguruan tinggi berstatus Badan Layanan Umum, mengingat Universitas Jember sudah diminta oleh Kemenristekdikti untuk berubah dari perguruan tinggi satuan kerja menjadi  Badan Layanan Umum,” kata Wachju Subchan. Pujian Wakil Rektor II Universitas Jember dibalas Prof. Imam Taufiq, menurutnya justru pihkanya yang harus banyak belajar. “Walaupun kami sudah berstatus Badan Layanan Umum, namun PNBP yang kami kelola kalah jauh dari Universitas Jember, oleh karena itu kami datang jauh-jauh dari Semarang untuk belajar ke kampus Tegalboto,” imbuh Wakil Rektor II UIN Walisongo. (iim)