Ubah Flashdisk Sebagai Kunci Motor Digital, Mahasiswa Universitas Jember Raih Medali Emas Di Malaysia

Jember, 27 April 2016

Maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di Indonesia, termasuk di Jember, membuat tiga mahasiswa asal Universitas Jember tergerak menciptakan sebuah terobosan baru. Lewat ide inovatifnya, Anggy Yolanda, Adi Nugroho, dan Rifang Pri Asmara mencoba menciptakan sebuah sistem keamanan pada kendaraan bermotor. Karya yang diberi judul “Key Vehicle System Using Flashdisk” ini berupa sebuah kunci digital untuk kendaraan bermotor yang terbuat dari flashdisk.

Karya yang dihasilkan oleh ketiga mahasiswa Kampus Tegal Boto angkatan 2015 tersebut berhasil mendapat medali emas Special Award Toronto International Society of Innovation and Advanced Skills (TISIAS) dari Canada dalam ajang lomba 7th I-ENVEX 2016 (International Engineering Invention and Innovation Exhibition) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Malaysia di Universitas Malaysia Perlis (UNIMAP) pada tanggal 8 sampai 10 April 2016 lalu.

Saat ditemui di kampus Program Studi Sistem Informasi (27/4), Anggy menjelaskan  bahwa “flashdisk inovatif” yang  telah dirancang oleh timnya berfungsi untuk menyalakan mesin kendaraan bermotor. Caranya,  flashdisk tersebut diisi file tertentu yang isi file-nya telah diamankan dengan sistem algoritma khusus. “Jadi kendaraan bermotor yang menggunakan kunci ciptaan kami hanya bisa dinyalakan dengan flashdisk-nya. Cara ini diharapkan meminimalkan pencurian kendaraan bermotor,” jelas Anggy. Anggy menjamin file dalam flashdisk yang digunakan sebagai kunci kendaraan bermotor tidak dapat di-copy ke flashdisk lain. Tidak hanya itu saja, Anggy dan koleganya juga telah membuat aplikasi android pada smartphone guna memperkuat sistem keamanan dari kendaraan bermotor itu sendiri. “Kami juga menyediakan fitur untuk menyalakan mesin kendaraan bermotor lewat aplikasi pendukung berbasis android,” lanjutnya.

Untuk diketahui, pada 7th I-ENVEX 2016, melombakan tujuh kategori dan diikuti oleh 400 peserta dari berbagai negara. Ajang ini  bertujuan menciptakan inovasi para pelajar  tingkat internasional dan memberikan sarana hak paten bagi inovasi-inovasi terbaik. Ketiga punggawa Universitas Jember tersebut mengikuti lomba dengan kategori manufacturing process & machines and equipment.

Sementara itu, anggota tim lainnya, Rifang menuturkan bahwa selama perlombaan mereka mendapatkan banyak pengalaman berharga serta dapat bertemu dengan peserta dari negara-negara lain. “Kami bertemu dengan banyak pelajar dan mahasiswa dari berbagai seperti dari Rumania, Polandia, Amerika Serikat, Hongkong, Thailand, Malaysia, Kamboja, Bulgaria, Mesir, Irak, Kanada, Uni Emirat Arab, Jepang, Cina, India, Korea Selatan, Taiwan, Moldova, Vietnam, dan Indonesia sendiri. Saingan terberat adalah peserta dari Jepang dan Korea Selatan yang memang terkenal dengan keunggulanhya di bidang teknologi,” ucap Rifang yang belajar di Jurusan Fisika FMIPA Universitas Jember.

Di akhir perbincangan, ketiga mahasiswa tersebut menyampaikan rencananya untuk terus mengembangkan inovasinya, tidak hanya pada kendaraan bermotor, tetapi juga pada aplikasi lainnya. “Ke depan kami berharap bisa terus mengembangkan inovasi kunci digital ini hingga dapat digunakan misalnya pada kunci rumah maupun benda lainnya yang membutuhkan sistem keamanan. Dan yang lebih penting dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat” tutur Adi Nugroho. (lid)

1 Comment

  • Ricky Andita
    Reply

    Wow, , , Inovasi yang keren nih…

Leave us a Comment