TNI AD Dan Perguruan Tinggi Harus Bersinergi Menjaga Kedaulatan Bangsa

Sinergisitas atau kerjasama yang baik antara pihak perguruan tinggi dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) untuk menjaga stabilitas bangsa sangat diperlukan. Peran perguruan tinggi sebagai penyiap dan pendidik generasi muda (mahasiswa) selayaknya tidak hanya mengedepankan persoalan ilmu dan profesi namun juga membangun karakter, disiplin dan mental.

danrem_unejSinergisitas atau kerjasama yang baik antara pihak perguruan tinggi dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) untuk menjaga stabilitas bangsa sangat diperlukan. Peran perguruan tinggi sebagai penyiap dan pendidik generasi muda (mahasiswa) selayaknya tidak hanya mengedepankan persoalan ilmu dan profesi namun juga membangun karakter, disiplin dan mental.

Demikian yang disampaikan oleh Komandan Korem (DANREM) 083 Baladika Jaya Kol. Arm Totok Imam Santoso, S.IP., S.Sos., M. Tr (Han), dihadapan para Pembantu Rektor III\Wakil Rektor III\Wakil Direktur III PTN-PTS Se Jawa Timur dalam acara Forum Silaturahim Pembantu Rektor III\ Wakil Rektor III \ Wakil Direktur III PTN-PTS Se Jawa Timur yang digelar di aula lantai III Universitas Jember, (16/2).

Dalam paparan singkat yang bertajuk “Sinergisitas Peran Perguruan Tinggi Dan TNI AD (SATKORWIL) Dalam Menghadapi Proxy War” Kol. Arm Totok Imam Santoso menuturkan, perguruan tinggi seharusnya tidak hanya mendidik mahasiswa menjadi seorang intelektual bangsa namun juga harus mampu menjadikan mereka sebagai abdi masyarakat.

Menurutnya, kondisi sosial bangsa, pertahanan dan keamanan (Hankam), Politik, Ekonomi, Sosial budaya yang rapuh bisa berdampak pada rapuhnya NKRI. “Ini semua akan terjadi apa bila tidak ada sinergi yang baik antara semua pihak terutama perguruan tinggi selaku pendidik generasi muda dan TNI sebagai alat pertahanan negara,” imbuhnya.

Totok menjelaskan, harus ada upaya untuk menyusun suatu program terpadu antara TNI AD dan perguruan tinggi dengan tidak mengganggu tupoksi masing-masing. “Bisa dalam wujud pelatihan kedisiplinan, karakter building atau pelatihan dasar kemiliteran atau bisa juga dalam program KKN kita bersama-sama turun ke desa-desa,” jelas Totok.

 Di akhir pemaparannya Totok berharap, perguruan tinggi turut serta membantu dalam menjaga stabilitas negara. “Harapannya kita semua harus jadi teladan dalam menciptakan ikatan kokoh dan kuat, sebagai pemikir dan pejuang yang selalu bergandengan tangan dan ikut bertanggung jawab terhadap kedaulatan negara,” pungkasnya.

Sementara itu Drs. Moh. Hasan, M. Sc, PhD Rektor Universitas Jember sangat menyambut baik apa yang diinginkan oleh Kol. Arm Totok Imam Santoso, S.IP., S.Sos., M. Tr (Han). Karena menurutnya, dalam program KKN Universitas Jember selalu bekerja sama dengan banyak pihak termasuk TNI AD. “Itu sudah kami lakukan, seperti KKN bersama TNI AD yang kami gelar di desa Panti tahun lalu. Kami dalam hal ini mahasiswa bersama TNI memberikan penyuluhan, pelatihan dan memberdayakan masyarakat desa,” paparnya. (Mj)

Leave us a Comment