(Indonesia) Tingkatkan Kualitas SDM, Polres Situbondo Kuliahkan Anggotanya Ke Fakultas Hukum Universitas Jember

tes_pasca_UNEJ-768×512

Sorry, this entry is only available in Indonesia. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Jember, 5 Januari 2019

Guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada, Polres Situbondo menggandeng Fakultas Hukum (FH) Universitas Jember. Caranya dengan mengirimkan 16 anggota Polres Situbondo untuk menempuh kuliah di Program Studi Magister Ilmu Hukum. Proses ini dimulai saat keenam belas anggota Polres Situbondo mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TKBI), yang dilaksanakan hari Sabtu (5/1) di Kampus Tegalboto. Selain diikuti oleh 16 peserta yang berasal dari Polres Situbondo, seleksi masuk program pascasarjana Universitas Jember di semester genap tahun akademik 2018/2019 ini diikuti oleh 123 peserta lainnya. Mereka mendaftar di 22 program studi pascasarjana yang ada, baik program magister maupun doktoral.

Menurut Nurul Ghufron, Dekan FH Universitas Jember, pihaknya memang mengakomodasi keinginan Polres Situbondo guna meningkatkan SDM-nya. “Kurikulum dan materi kuliah di Program Studi Magister Ilmu Hukum sudah kita desain sedemikian rupa sehingga cocok bagi para praktisi hukum seperti anggota Polri, hakim, dan jaksa. Khusus bagi anggota Polri akan kita arahkan mendalami Hukum Pidana. Bahkan kita menghadirkan para dosen tamu yang memiliki kepakaran di bidang Hukum Pidana, dan ilmu lainnya semisal kriminologi, baik dari dalam maupun luar negeri. Dari luar negeri misalnya bakal hadir pakar dari Thammasat University Thailand, Universiti Kebangsaan Malaysia, Universiti Malaya hingga Queensland University of Technology Australia,” katanya saat dihubungi melalui telepon seluler.

Ipda. Gede Sukarmadiyasa, SH, salah seorang anggota Polres Situbondo yang turut mengikuti seleksi Program Studi Magister Ilmu Hukum menceritakan, keinginan untuk kuliah berawal dari pertemuan dengan para dosen FH Universitas Jember yang beberapa kali menjadi saksi ahli dalam beberapa kasus di wilayah hukum Polres Situbondo. “Dari diskusi tersebut lantas muncul keinginan untuk melanjutkan kuliah untuk menambah ilmu. Ternyata tidak hanya saya saja, banyak juga anggota Polres Situbondo lainnya yang ingin kuliah. Akhirnya kami meminta ijin dari Kapolres Situbondo, dan ternyata mendapatkan dukungan penuh,” kata perwira pertama Polri yang sehari-harinya bertugas di bagian reserse ini.

Dukungan pimpinan Polres Situbondo juga ditunjukkan dengan memberikan keleluasaan bagi anggotanya untuk menyesuaikan waktu antara tugas kedinasan dengan kuliah nantinya. “Pimpinan memberikan ijin bagi kami untuk kuliah di akhir pekan, termasuk juga saat ada tugas kedinasan, maka akan diatur sedemikian rupa agar tugas tetap dapat kami selesaikan dengan baik,” imbuh Gede Sukarmadiyasa yang hobi gowes sepeda dan bertani di sela-sela tugas dinasnya. Karena bertugas di tindak pidana khusus, rencananya pria asal Bali ini akan mengambil tesis yang bertema penanganan kasus korupsi.

Sementara itu menurut Sugeng Winarso, Wakil Direktur I Bidang Akademik Pascasarjana Universitas Jember mengungkapkan, Program Magister Ilmu Hukum di semester genap tahun akademik 2018/2019 memiliki peminat terbanyak dengan 34 pendaftar. “Namun dari 22 program pascasarjana yang ada, Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat-lah yang paling stabil animo pendaftarnya setiap kali pendaftaran Program Pascasarjana dibuka. Oleh karena itu kami berencana membuka program studi baru yang berbasis Ilmu Kesehatan Masyarakat seperti Program Studi Magister Manajemen Rumah Sakit. Kami juga tengah menyiapkan pembukaan Program Studi Doktor Matematika,” ungkapnya.

Selain rencana membuka program studi baru di program pascasarjana, Universitas Jember juga meluaskan kerja sama dengan pemerintah daerah di Indonesia bagian timur semisal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). “Kami menawarkan bentuk kerja sama pendidikan pascasarjana yang lebih solutif. Contohnya saja wilayah NTT dikenal memiliki masalah penyediaan air, nah kami menawarkan Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Air Pertanian. Nantinya, calon mahasiswa dari NTT sudah membawa permasalahan lokal yang ada saat berangkat kuliah ke Kampus Tegalboto. Lantas selama perkuliahan permasalahan tadi dicarikan solusinya, sehingga tesisnya pun dapat menjadi solusi nyata bagi problema daerah,” jelas Sugeng Winarso.

Seleksi masuk Program Pascasarjana Universitas Jember akan digelar kembali pada masa semester gasal tahun akademik 2019/2018 nanti. “Jika di semester genap, kami hanya membuka seleksi pendaftaran Program Pascasarjana hanya sekali saja, namun di semester gasal nanti kami akan membuka tiga gelombang pendaftaran, yakni di bulan April, Mei dan Juni 2019,” pungkas Sugeng Winarso. (iim)