Tim Mobil Listrik Titen Berhasil Pertahankan Gelar

Jember, 9 Desember 2014

Mobil Listrik “TITEN” garapan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Jember mampu mempertahankan gelar sebagai juara umum. Setelah tahun lalu tampil sebagai juara umum kini mobil tersebut kembali memperoleh Juara Umum 1 dalam ajang Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) VI 2014 di Kampus Politeknik Negeri Bandung pada 14-16 November 2014 lalu.

Dengan power motor jenis BLDC berkapasitas daya 2×800 watt dan energi yang bersumber dari baterai lead acid 48V 35AH mampu mengalahkan 22 tim kompetitor dalam KMLI VI 2014. Dalam event tahunan tersebut Mobil Listrik TITEN Universitas Jember ditetapkan sebagai juara umum 1 setelah perolehan jumlah point dari 5 kategori.

“Kami sukses melalui 5 kategori, uji kecepatan, uji percepatan, uji pengereman, uji daya tanjak dan uji efisiensi yang mencapai 88,6 point,” ujar Muttaqin ketua tim. Dia menjelaskan, tim dari Universitas Jember mampu menumbangkan peserta lain yang berasal dari 19 universitas dari seluruh Indonesia.

Lebih jauh Muttaqin menjelaskan, desain mobil yang sederhana dengan berat 151 kg mampu melaju dengan keceptan 55 km/jam dengan catatan waktu tempuh 17 menit 30 detik untuk menempuh jarak 10 km. Menurutnya, dengan kecepatan dan waktu tempuh sekian mengantarkan mobil listrik Universitas Jember tampil sebagai kendaraan paling efisien pada kompetisi tersebut.

 “Efisien sekali, hanya membutuhkan energi sebesar 204,48 Wh untuk menempuh jarak 10 km pada lintasan Politeknik Negeri Bandung,” Jelasnya.

Muttaqin menambahkan, tim dari Universitas Jember berhasil memperoleh juara 1 kategori uji efisiensi, juara 1 kategori uji akselerasi (percepatan), dan juara 2 kategori uji deselerasi (pengereman). Dari perolehan juara tersebut mengukuhkan tim Universitas Jember menjadi juara umum 1 pada kompetisi tersebut.

Sementara itu Sumardji, S.T., M.T, Pembantu Dekan III mengaku bangga atas prestasi yang telah ditorehkan oleh tim Mobil Listrik Universitas Jember. Kemenangan selama dua tahun berturut-turut menunjukan kualitas dari karya yang mereka hasilkan. “Bukan suatu hal yang mudah mempertahankan gelar selama dua tahun berturut-turut,” ujar Sumardji penuh rasa bangga. (Mar’iy/Mj)

Leave us a Comment