Teliti Potensi Jintan Hitam Sebagi Obat Kanker Mulut, Trio FKG Universitas Jember Raih Juara

FKG_UNEJ-Juara1-451×426

Jember, 3 April 2018

Jintan hitam (Nigella sativa L) atau habbatussauda dipercaya menjadi obat bagi bermacam penyakit terutama bagi kalangan Muslim, bahkan manfaat habbatussauda disabdakan langsung oleh Rasulullah SAW dalam hadistnya. Berangkat dari fakta, data, literatur, dan penelitian yang dilakukan sebelumnya terkait khasiat jintan hitam, tiga mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jember, Rizky Putri Agma Wijayanti, Ari Intan Prajitno, dan Haifa Azzuhra Denanta meneliti potensi khasiat jintan hitam sebagai obat kanker mulut. Dan inovasi ketiganya yang dituangkan dalam karya tulis ilmiah berhasil merebut juara pertama untuk kategori studi literatur dalam Moestopo Dentistry Scientific Competition Project 2018, yang diselenggarakan oleh FKG Universitas Prof. Dr. Moestopo, Jakarta (22-23/3).

“Potensi jintan hitam sebagai obat sebenarnya sudah terbukti dan banyak diteliti, misalnya sebagai obat untuk kanker usus, kanker payudara, dan penyakit lainnya. Lantas terpikir oleh kami menjadikan jintan hitam sebagai obat kanker mulut,” urai Rizky yang menceritakan pengalamannya kala  bertanding. Rizky dan kedua koleganya ditemui di kampus FKG Universitas Jember hari Selasa (3/4). Mahasiswi asal Kertosono, Nganjuk ini lantas menyebutkan data dimana 76 persen pasien kanker mulut datang memeriksakan diri dalam kondisi yang sudah akut. Hal ini terjadi karena banyak yang tidak sadar jika sudah terkena kanker mulut yang penyebabnya antara lain karena kebiasaan merokok, minum minuman keras dan lainnya. “Gejala kanker mulut awalnya mirip sariawan, berupa luka di rongga mulut berwarna kemerahan disertai dengan pinggiran luka yang agak meninggi, jika tidak segera diobati berpotensi mengakibatkan kematian,“ ujarnya.

Namun problemanya, jika jintan hitam dalam bentuk kapsul diminum begitu saja, maka efektivitasnya rendah sebab kandungan yang ada dalam jintan hitam tidak bisa langsung menuju pusat kanker mulut. “Dalam karya tulis ilmiah kami, jintan hitam diekstraksikan menjadi minyak atau thymoquinone. Minyak hasil ekstraksi ini kemudiandimasukkan ke dalam mesoporus silika yang ukurannya sangat kecil atau nano partikel. Dengan cara ini kami harapkan jintan hitam yang mengandung anti inflamasi, anti bakteri, anti kanker, dan membantu daya tahan tubuh dapat mengatasi kanker mulut,” jelas Ari Intan yang turut mendampingi. Karya tulis ilmiah yang mereka tulis berjudul Potensi Mesoprus Silica Nanoparticles Berbasis Thymoquinone Biji Jintan Hitam (Nigella Sativa L) Sebagai Induktor Apoptosis UMSCC-14C Oral Squamous Cell Carcinoma.

Ternyata inovasi ketiga mahasiswi FKG Universitas Jember mendapatkan apresiasi dari para juri, yang kemudian memutuskan karya tulis ilmiah karya mereka sebagai juara pertama. Menyisihkan sembilan tim lainnya yang berasal dari FKG Universitas Indonesia, FKG Universitas Airlangga, FKG Universitas Hasanuddin, dan tim lainnya. “Kami bersyukur mampu membawa nama FKG dan Universitas Jember diajang lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional, bahkan keberadaan kita selalu disegani oleh para kompetitor,” urai Haifa Azzuhra.

Apa yang disampaikan oleh Haifa bukan tanpa alasan, pasalnya mahasiswa FKG Universitas Jember sudah sering mencetak prestasi di berbagai event lomba karya tulis ilmiah di Indonesia. Sebut saja Haifa sendiri yang menyabet juara pertama di ajang lomba karya tulis ilmiah yang digelar oleh Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang tahun 2016. Sementara Rizky dan Ari menjadi juara kedua dalam ajang serupa di Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo tahun lalu. “Kami semua tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Dentin yang aktif melakukan penelitian, baik ada maupun tidak ada lomba. Oleh karena itu jika ada lomba karya tulis ilmiah, alhamdulillah kami tidak pernah kehabisan wakil untuk berlomba,” pungkas Rizky diiyakan kedua rekannya. (iim)