Tekan Pungli dan Suap, Alumni Program STAR BPKP Diharapkan  Menjadi Pengelola Keuangan Berintegritas

STAR-1+_UNEJ

Jember, 26 Oktober 2017

            Berdasarkan data Ombudsman RI tahun 2016, permasalahan keuangan negara masih di Indonesia didominasi pungli dan suap, jumlahnya mencapai 53 persen. Oleh karena itu diperlukan tenaga pengelola keuangan yang berintegritas. Dan salah satu usaha mencetak tenaga pengelola keuangan pemerintah yang berintegritas adalah melalui Program State Accountability Revitalization (STAR) BPKP. Oleh karena itu alumni Program STAR BPKP diharapkan menjadi garda depan pengelola keuangan yang mumpuni. Harapan ini disampaikan oleh Deeny Simanjuntak, Senior Project Officer Asian Development Bank (ADB) Resident Mission Indonesia, saat memberikan arahan kepada 22 lulusan Program Studi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember, yang telah menerima beasiswa STAR BPKP dari ADB. Selanjutnya para alumni Program STAR yang telah menempuh studi di Universitas Jember bakal kembali ke daerah masing-masing.

Deeny Simanjuntak yang hadir dalam acara Re-Entry Program STAR BPKP di aula lantai tiga gedung rektorat Universitas Jember (26/10), lantas mengingatkan, selain menghadapi masalah pungli dan suap, Indonesia masih bergulat dengan problema kebocoran keuangan negara, kualitas auditor, kualitas laporan keuangan, serta tata kelola dan akuntabilitas keuangan yang belum baik. “Untuk itu saya berharap ke dua puluh dua penerima beasiswa Program STAR BPKP yang bakal kembali bertugas di instansi masing-masing di daerah bakal menularkan ilmu yang sudah diperoleh di bangku kuliah, aktif melakukan riset. Dan yang terpenting, mengubah paradigma auditor yang selama ini terkesan sebagai watchdog yang mencari kesalahan menjadi quality assurance yang lebih memainkan peran membina dan mengarahkan,” tutur Deeny Simanjuntak.

Untuk diketahui, ADB bekerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI melalui Program STAR BPKP, memberikan beasiswa studi ke jenjang strata dua (S2) bagi personil pengelola keuangan di pemerintah daerah, bekerjasama dengan 28 Perguruan Tinggi Negeri, salah satunya FEB Universitas Jember. Untuk pelaksanaan Program STAR BPKP di FEB Universitas Jember, diikuti oleh 22 peserta yang merupakan  pengelola keuangan daerah dari Bondowoso, Situbondo, Jember serta personil BPKP. “Target Program STAR BPKP bakal menyekolahkan 2.500 pengelola keuangan di jenjang S1 dan S2. Dan untuk saat ini sudah 2.046 orang yang lulus kuliah. Kami juga memberikan berbagai pelatihan di bidang keuangan bagi 10.000 orang, membangun sistem informasi akuntansi publik dan pembuatan modul pelatihan,” imbuh Deeny Simanjuntak. Program STAR BPKP sendiri dimulai semenjak Februari 2013 dan bakal berakhir Juni 2018 nanti.

STAR-1+_UNEJ

Sementara itu, Slamet Hariyadi, Kepala Biro Perencanaan dan Pengawasan BPKP RI yang turut hadir mengingatkan kepada perwakilan ketiga daerah yang hadir, untuk memanfaatkan para alumni Program STAR BPKP. “Saya wanti-wanti bentul, jangan sampai setelah alumni STAR BPKP kembali ke daerah masing-masing, malah ditempatkan di posisi yang tidak sesuai dengan kompetensi mereka di bidang pengelolaan keuangan,” pesan Slamet Hariyadi. Dalam kesempatan ini dirinya juga memuji kerjasama dengan FEB Universitas Jember yang telah berjalan dengan baik. Bahkan BPKP dan ADB berencana memberikan penghargaan bagi lulusan terbaik Program Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember penerima beasiswa Program STAR BPKP dengan kesempatan mengikuti pelatihan di luar negeri, termasuk para pengelola Program STAR BPKP di FEB Universitas Jember. “Semoga di masa datang, FEB Universitas Jember menjadi pusat keunggulan di bidang kajian pengelolaan keuangan daerah,” katanya lagi.

Harapan Slamet Hariyadi disanggupi oleh Wahyudi Tri Atmadji, Kepala Inspektorat Kabupaten Bondowoso yang turut hadir. Menurutnya Pemerintah Kabupaten Bondowoso memiliki perhatian terhadap pengelolaan keuangan daerah, terbukti dari 22 penerima beasiswa Program STAR BPKP, 11 orang berasal dari Bondowoso. “Bahkan jika moratorium penerimaan CPNS telah dicabut, maka Pemerintah Kabupaten Bondowoso telah berkomitmen untuk memprioritaskan rekrutmen tenaga auditor. Pasalnya tuntutan dan tantangan pengelolaan keuangan makin berat. Bahkan kami meminta agar Program STAR BPKP dilanjutkan lagi,” ujar Wahyudi Tri Atmadji.

Sebelumnya, Muhammad Miqdad, Dekan FEB menjelaskan, selama menimba ilmu di kampus Tegalboto para penerima beasiswa STAR BPKP mendapatkan mata kuliah seperti akuntansi sektor publik, keuangan  negara dan daerah, manajemen proyek sektor publik, audit sektor publik, dan mata kuliah lain yang dimaksudkan agar mereka mampu menjadi agen perubahan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Acara kemudian diakhiri dengan pemberian cendera mata bagi alumni beasiswa Program STAR BPKP oleh Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember. (iim)

Blog Attachment