Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Universitas Jember Bekerjasama Dengan IDI dan Dinas Kesehatan Jember Ciptakan Aplikasi FAI

FAI_UNEJ-630x330px

Jember, 25 Maret 2017

Angka kematian ibu dan bayi di Jember masih tergolong tinggi, oleh karena itu perlu tindakan nyata untuk menanggulangi hal ini. Data Dinas Kesehatan Jember, sampai Minggu ketiga bulan Maret 2017 saja tercatat sudah 11 ibu hamil yang meninggal. Peringatan ini disampaikan oleh dr. Hari Pitono, MARS, Kepala  Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Jember saat membuka kegiatan “Uji Coba Aplikasi Mobile Fokus Ibu dan Anak (FAI)” di aula Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember (25/3). Aplikasi mobile FAI adalah hasil karya Universitas Jember melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Teknologi Informasi, bekerja sama  dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jember dan Dinas Kesehatan Jember. Aplikasi mobile FAI diharapkan menjadi salah satu instrumen menekan angka kematian ibu dan bayi di Jember.

Menurut Sudarko, Kepala UPT Teknologi Informasi, aplikasi mobile FAI adalah aplikasi yang akan dijalankan oleh para bidan di Jember guna mendata ibu hamil yang ada di daerah kerjanya. Nantinya, setiap kali ibu hamil memeriksakan diri, maka bidan akan memasukkan catatan kesehatan ibu hamil melalui smartphone, mulai dari berat badan, resiko penyakit yang dihadapi hingga saat melahirkan dan kembali ke rumah. “Rekam medis ibu hamil tadi akan tersambung kepada para pemangku kebijakan kesehatan mulai dari kepala Puskesmas, dokter umum, rumah sakit hingga dokter spesialis kebidanan yang ada di Jember,” jelas Sudarko dihadapan 200 bidan yang merupakan perwakilan dari puskesmas di seluruh Jember.

Sudarko juga menjelaskan, dengan adanya aplikasi mobile FAI, maka para bidan dapat berkonsultasi dengan dokter, terutama dalam menangani ibu hamil dengan resiko tinggi melalui gadget-nya masing-masing. Sementara para pemangku kebijakan kesehatan dapat mengambil langkah yang diperlukan, karena setiap saat dapat melihat data ibu hamil di Jember. ”Untuk sementara memang aplikasi FAI ditujukan kepada bidan, namun kami sudah membuat aplikasi untuk masyarakat umum dan kader Posyandu. Jadi nantinya masyarakat dan kader Posyandu dapat mendaftarkan ibu hamil yang ada di daerahnya,” imbuhnya.

Sementara itu, dr. Hari Pitono, MARS., mengharapkan adanya aplikasi Mobile dapat menjadi langkah nyata menekan angka kematian ibu dan bayi di Jember. Pasalnya selama ini data, angka dan rekam medis ibu hamil sering kali tidak valid, mengingat masih dicatat secara manual di tiap-tiap puskesmas. “Contohnya kejadian kasus ibu hamil yang meninggal bulan ini,  awalnya dia tinggal di Kecamatan Umbulsari, namun kemudian pindah ke Kecamatan Kaliwates. Ternyata rekam medisnya tidak disampaikan ke fasilitas kesehatan yang baru sehingga penanganannya kurang maksimal. Semoga dengan adanya aplikasi mobile FAI, tidak ada lagi ibu hamil dan bayi yang meninggal karena antisipasinya bisa dilaksanakan dengan lebih cepat,” katanya. Dinas Kesehatan Jember sendiri menargetkan, seluruh bidan di Jember yang jumlahnya seribu orang lebih bakal menggunakan aplikasi mobile FAI.

Dukungan penggunaan aplikasi mobile FAI juga datang dari dr. Hendro Soelistijono, MARS., Ketua IDI Cabang Jember. Menurutnya, tugas untuk menekan angka kematian ibu dan bayi menjadi tanggung jawab seluruh pihak. “IDI memang sengaja menggandeng Universitas Jember melalui UPT Teknologi Informasi, karena Universitas Jember adalah institusi pendidikan tinggi yang memiliki kemampuan dan kebakaran baik di bidang kesehatan maupun bidang lain yang mampu mendukung upaya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi,” tuturnya. (iim)

Leave us a Comment