Tebu Produk Rekayasa Genetika Universitas Jember Mulai Diminati Kalangan Internasional

Jember, 5 Agustus 2014

Tebu Hasil Rekayasa Genetika (PRG) yang dikembangkan oleh Center for Development of Advanced Science and Technology (CDAST) Universitas Jember mulai menarik perhatian banyak pihak, tidak hanya kalangan di dalam negeri namun juga luar negeri. Hal ini dibuktikan dengan kunjungan Tomoyuki Endo dari Inorganic Chemical Departement Mitsubishi Corporation, Jepang dan Chong Wai Thong, Representatif in Indonesia untuk United Molasses (UM) Trading, Inggris.

Kunjungan perwakilan Mitsubishi Corporation dan UM Trading di Kampus Tegalboto diterima langsung oleh Rektor Universitas Jember, Drs. Moh. Hasan, MSc., PhD didampingi Ketua CDAST, Prof. Dr. Bambang Sugiharto (10/7). Dalam pertemuan yang diselenggarakan di Gedung Rektorat ini, keduanya menjelaskan maksud kedatangan yakni ingin mengetahui lebih dalam mengenai tebu PRG tahan kering hasil pengembangan CDAST Universitas Jember.

Menurut Prof. Dr. Bambang Sugiharto, sebagai perusahaan yang selama ini mengimpor tetes tebu dari Indonesia, kedua perusahaan tersebut berkepentingan untuk mengetahui lebih dalam mengenai tebu PRG N11-4T hasil pengembangan CDAST Universitas Jember. Mitsubishi Corporation dan UM Trading mendapatkan pasokan tetes tebu yang salah satunya berasal dari PTPN XI yang mulai menggunakan tebu PRG N11-4T. “Mitsubishi Corporation memiliki anak perusahaan yang memproduksi ragi untuk roti dan produsen pakan hewan, mereka tertarik untuk mengimpor tetes tebu hasil tebu PRG N11-4T, oleh karena itu melakukan penjajagan dan ingin memastikan keamanan tetes tebu hasil dari N11-4T sudah sesuai dengan standar pemerintah Jepang. Sementara UM Trading adalah perusahaan yang memasarkan tetes tebu bagi perusahaan lain,” jelas Ketua CDAST.

Dalam kesempatan itu Prof. Dr. Bambang Sugiharto menjelaskan mengenai proses rekayasa genetika yang dilakukan sehingga kemudian menghasilkan varian tebu PRG N11-4T yang kini ditanam oleh PTPN XI. “Tebu PRG N11-4T sudah mendapatkan sertifikasi keamanan lingkungan dari Kementrian KLH, sertifikasi keamanan pangan dari BP POM dan sertifikasi keamanan pakan dari Kementrian Pertanian. Jadi sudah melalui proses yang panjang sebelum dinyatakan aman,” urai Prof. Dr. Bambang Sugiharto. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Bambang Sugiharto juga menjelaskan bahwa sudah ada perusahaan dari Brazil yang menyatakan tertarik dengan tebu PRG N11-4T, bahkan telah datang ke PTPN XI untuk melihat dari dekat tebu PRG N11-4T.

Setelah mendapatkan penjelasan ini, perwakilan UM Trading menyatakan ketertarikan untuk mengimpor tetes tebu hasil tebu PRG N11-4T, begitu pula rekannya dari Jepang.  Namun berpijak pada aturan mengenai produk rekayasa genetika di yang berlaku di Jepang, setiap produk rekayasa genetika wajib disosialisasikan terlebih dahulu kepada konsumen sebelum dilepas ke pasaran. “Kami harus mensosialisasikan kepada publik Jepang jika tetes tebu kami adalah hasil dari tebu produk rekayasa genetika dan kemudian menunggu respons dari publik Jepang. Jika masyarakat dapat menerima, maka kami akan mengimpor tetes tebu produk rekayasa genetika tersebut,” kata Tomoyuki Endo.

Sementara itu, rektor Universitas Jember Drs. Moh. Hasan, MSc., PhD menyambut gembira respons positif dari dunia internasional seperti yang ditunjukkan oleh Mitsubishi Corporation dan UM Trading. Menurutnya, apresiasi positif dari kalangan internasional menjadi pengakuan atas keberhasilan akademisi Kampus Tegalboto dalam bidang bioteknologi khususnya pada produk rekayasa genetika. “Saya berharap produk tebu PRG N11-4T dapat diterima di Jepang yang dikenal memiliki standar tinggi untuk produk rekayasa genetika,” tutur rektor. (iim)

Leave us a Comment