Tangani Gawat Darurat Dengan Metode ABCD

Dalam kegiatan sehari-hari bisa saja terjadi kecelakaan atau kondisi gawat darurat seperti tersengat listrik, serangan jantung, stroke atau overdosis obat. Jika terlambat ditangani, bisa berakibat fatal bahkan kematian. Untuk mengatasi kondisi gawat darurat ini maka bisa digunakan metode ABCD. Hal ini disampaikan dr. Irfan Effendi, Sp.An dalam acara rutin Komunitas Sehat Universitas Jember hari Minggu pagi di lobby gedung Rektorat dr. R. Achmad (3/4).

Menurut dr. Irfan Effendi, Sp.An, penanganan awal pada korban menjadi penting karena jika korban mendapatkan penanganan yang tepat maka nyawanya dapat diselamatkan. “Metode ABCD adalah singakatan dari Airway, Breathing, Circulation dan Disability, “ jelas dokter spesialis anestesi ini.

Airway adalah memeriksa jalan napas korban, breathing adalah membantu pernafasan korban sementara circulation adalah memeriksa jika korban mengalami pendarahan. “Jika ketiga langkah sudah dilakukan, periksa apakah korban mengalami defisit pada tubuhnya semisal memeriksa kesadaran korban. Langkah ini disebut memeriksa Disability,” jelasnya lagi. Langkah berikutnya adalah membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan dokter.

 Kegiatan Komunitas Sehat Universitas Jember yang anggotanya terdiri dari para purnatugas Universitas bulan Maret ini di awali dengan jalan santai mengelilingi Kampus Tegalboto, termasuk mengunjungi kampus baru Fakultas Teknik. Dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan yang dilayani oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Agenda rutin Komunitas Sehat seperti ini dilaksanakan setiap minggu pertama setiap bulannya. (iim)

Leave us a Comment