Sukses Kelola Beasiswa STAR Dapat Hadiah Ke Korea Selatan

KembarUNEJ-2-768×512

Jember, 25 Juli 2018

Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember terpilih sebagai pengelola program beasiswa STAR (State Accountability Revitalization) terbaik. Penyelenggaraan beasiswa STAR merupakan kerjasama antara Universitas Jember bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Republik Indonesia, untuk meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) pegawai pemerintah pengelola keuangan pemerintah daerah. Dari 28 universitas penyelenggara Universitas Jember masuk dalam kategori penyelenggara dengan pengelola program terbaik.

“Salah satu indikator penilaiannya adalah tingkat kelulusan mahasiswa yang mendapatkan beasiswa. Alhamdulillah di tempat kami mahasiswa penerima beasiswa STAR 100 persen luulus tepat waktu dengan Indek Prestasi Komulatif diatas rata-rata,” ujar Dr. Siti Maria Wardayati, M.Si., Ak Ketua Program Studi Magister Akuntansi saat diwawancarai oleh tim Humas Universitas Jember, (15/7).

Maria mengatakan selain prestasiakademik mahasiswa, tolak ukur penilaian yang dilakukan juga terkait dengan pengelolaan dan pelaporan keuangan yang juga harus berjalan dengan baik.

“Alhamdlillah segala proses administrasi terutama yang terkait dengan pendanaan (keungan) semunya sudah kami kelola dan kami laporkan dengan baik. Karena pelaporan dan pengelolaan keuangan juga menjadi tolak ukur keberhasilan dalam program beasiswa STAR,” katanya.

Atas prestasinya tersebut Dr. Siti Maria Wardayati, M.Si., Ak bersama delapan orang pengelola dari Universitas lain mendapatkan hadiah berkunjung ke Korea Selatan pada tanggal 7-15 Juli lalu. Kunjungan tersebut dalam rangka melakukan studi banding terhadap tata kelola pemerintahan yang ada di Korea Selatan.

“Alhamdulillah kami sebanyak sembilan orang pengelola beasiswa STAR berkesempatan melakukan studi banding yang bertempat di The Social Sciences Research Institute Chungbuk National University Cheongju, Korea Selatan. Di sana kami banyak belajar bagaimana tata kelola administrasi pemerintahan yang baik dan bersih dari tindakan penyelewengan seperti halnya korupsi,” ujar Maria.

Maria bercerita, pengelolaan yang baik di Korea Selatan tidak terlepas dari peran Satuan Pengawas Internal (SPI) dimasing-masing lembaga pemerintahan. Menurutnya, SPI yang ada di Korea Selatan melakukan pendampingan mulai sejak perencanaan hingga pelaporan dari sebuah program.

“Dari awal sudah didampingi oleh SPI sehingga para birokrasi yang ada di Korea tidak lagi berani untuk melakukan tindakan korupsi, dan kalaupun itu ada maka kemungkinan akan diketahui sejak awal program,” tutur Maria.

Lebih jauh Maria bercerita, semua warga Korea Selatan wajib mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh  Anti-Corruption and Civil Rights Commission (ACRC) yang merupakan departemen anti korupsi Korea Selatan dan dibiayai oleh instansi terkait.

“Secara rutin ACRC mengadakan pelatihan terkait penyimpangan dan penyelewengan dalam tata kelola pemerintahan dengan model pelatihan yang menyenangkan. Biasanya pelatihan berupa drama, permainan yang seru dan mendidik serta beragam cara lainnya dan ini sangat layak diterapkan di Indonesia,” pungkasnya.