Seminar Protein Bersama Pakar Dalam dan Luar Negeri

Jember, 30 Oktober 2014

Sejumlah Akademisi dari Perguruan Tinggi berkumpul digedung Soerachman Universitas Jember, kemarin (29/10). Para pakar itu mengikuti Internatinal seminar dan workshop Indonesian Protein Society (IPS).

Menurut Drs. Zulfikar, PhD, Pembantu Rektor (PR) I Universitas Jember, selain dalam rangka perayaan Festival Tegalboto, seminar tersebut merupakan salah satu cara untuk menyebarkan dan saling tukar informasi tentang hasil penelitian, strategi, maupun pelaksanaan program yang berkaitan dengan bidang protein. “Pematerinya dari beberapa pakar, seperti Prof. Dr. Thosiharu Hase dari Directorof Institute for Potein Research Osaka University, Prof. Dr. Ahmaloka, Rektor ITB,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, seminar tersebut bisa menjadi sarana untuk membuka pandangan mengenai peran protein dan peptide dalam khidupan manusia. Sehingga, rahasia kehidupan bisa terangkat karena peran protein dan peptida mengarah kepada hormon dan enzim. “Disinilah peran-peran enzim dalam proses kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan,” ujarnya.

Enzim, lanjut dia, sangat berperan untuk mengatur hidup seseorang. Seperti saat butuh oksigen, enzimnya akan mencari dan mendorong proses penangkapan oksigen. “Kalau dia butuh gula, yang dimakan nasi, berarti ada enzim yang membongkar nasi,” tambahnya.

Sehingga, kata dia, peran seperti itulah yang disampaikan dalam seminar yang menghadirkan beberapa pakar protein dari dalam dan luar negeri tersebut. “Seperti yang disampaikan bagaimana peran enzim dalam proses asimilasi netrogen,” terangnya.

Zulfikar menambahkan, asimilasi nitrogen tersebut kemudian diambil dan diolah menjadi bermacam-macam protein. Sehingga, kami berharap hal yang tidak terbaca tersebut mampu diangkat. “Karena manfaatnya untuk Jember sangat banyak, seperti tebu transgenik yang sudah dihasilkan oleh Unej,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof. Bambang Sugiharto, penemu tebu transgenik menambahkan, tebu tersebut sudah berkolaborasi dengan PTPN XI dan sudah mendapat izin dari pemerintah sehingga bisa dikomersialkan. “Jadi tebu transgenik tersebut lebih toleran terhadap kering,” ucap dia.

Menurut dia, salah satu manfaat dari tebu transgenik adalah meningkatkan produksi tebu didaerah kering. Kemudian, persilangan tebu biasanya membutuhkan waktu yang lama. Namun, bila memakai bioteknologi akan lebih mudah dan singkat. “Jadi yang paling mudah dengan pendekatan bioteknologi,” tegasnya.

Perkembangan tebu transgenik, lanjut Bambang, sudah ada yang menghasilkan rendemen tinggi, namun masih terus di lakukan analisis. “Selain tebu, kami juga punya tomat. Selain itu juga mengembangkan padi,” pungkasnya. (Mj)

Leave us a Comment