Seleksi Penerima Bidik Misi Diperketat

Jember, 18 Januari 2016

            Peringatan bagi sekolah dan siswa SMA/MA/SMK yang akan mendaftarkan diri di perguruan tinggi negeri (PTN) tahun 2016 ini, khususnya yang melalui fasilitas Bidik Misi. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menghimbau agar seluruh perguruan tinggi negeri memperketat seleksi peserta Bidik Misi 2016. Bagi pihak sekolah yang memalsukan data siswa, atau memasukkan data tidak sesuai dengan kenyataan akan mendapatkan sanksi. Begitu pula bagi siswa yang terbukti memalsukan data atau berbuat curang, maka akan mendapatkan sanksi tegas. Sanksi bisa berupa pencabutan bantuan biaya pendidikan, sampai yang terberat berupa sanksi dikeluarkan dari kampus.

Langkah pengetatan seleksi penerima Bidik Misi juga dilakukan oleh Universitas Jember. Menurut Agung Purwanto, Kepala Humas dan Protokol Universitas Jember, dari 1495 mahasiswa penerima Bidik Misi yang diterima di kampus Tegalboto tahun 2015, sebanyak 45 mahasiswa terpaksa dicabut haknya untuk mendapatkan biaya pendidikan. “Mereka terbukti  dari keluarga mampu, sehingga tidak bisa menerima Bidik Misi,” kata Agung Purwanto. Program Bidik Misi adalah program beasiswa pendidikan yang hanya ditujukan untuk calon mahasiswa tidak mampu (miskin) dan berprestasi.

            Agung Purwanto kemudian menjelaskan, temuan tersebut hasil survey langsung ke kediaman para penerima Bidik Misi yang telah dilakukan oleh Universitas Jember. Dari survey di lapangan, terungkap jika kondisi mahasiswa penerima Bidik Misi tersebut tergolong mampu. “Ada yang orang tuanya memiliki toko, anak mantan anggota DPRD, bahkan ada juga anak guru penerima sertifikasi,”ungkap Agung lagi. Bagi mahasiswa yang terbukti dari keluarga mampu, maka mereka wajib membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai dengan kemampuan orang tua. Kepala Humas dan Protokol Universitas Jember ini kemudian menegaskan, bahwa langkah ini diambil agar dapat memberikan rasa keadilan dan mewujudkan akuntabilitas program Bidik Misi.

            Agung Purwanto lantas mengingatkan agar para siswa SMA/MA/SMK yang akan mendaftarkan diri di PTN melalui program Bidik Misi, harus memberikan informasi yang sebenarnya, dan tidak melakukan memanipulasi data. Selain itu, sekolah berperan besar dalam mencegah program Bidik Misi salah sasaran. “Sekolah harus menjadi filter pertama, karena pihak sekolah yang memberikan rekomendasi bagi siswanya yang akan melanjutkan studi di PTN melalui Bidik Misi,” himbau pria asal Surabaya ini.

Untuk memaksimalkan pelaksanaan program Bidik Misi, Universitas Jember terus berupaya untuk mensosialisasikan prosedur Bidik Misi kepada sekolah-sekolah, terutama yang ada di Jember, Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso. “Kami harapkan dalam waktu dekat, informasi mengenai prosedur dan jadwal pendaftaran masuk ke PTN, termasuk program Bidik Misi 2016, akan turun dari Kemenristekdikti,” pungkas Agung Purwanto.  (iim).

5 Comments

  • Hjhfu
    Reply

    Telatnya Pencairan dana bidikmisi yang bobrok tidak sesuai dengan janji perlu diperbaiki.. Jangan seleksi buat masuk aja yg diperbaiki, apa belajar tiap hari buat mempertahankan beasiswa gak butuh makan, gak butuh tempat tinggal.. sadarlah kita bukan ROBOT

    • adelina firdaus
      Reply

      Terimakasih, keluhan anda telah kami sampaikan ke bagian Kemahasiswaan Unej untuk ditindaklanjuti. Akan lebih memudahkan pengurusan jika saudara menyertakan data diri lengkap.

  • mas rudi
    Reply

    pengusaha muda dan tahun 2016 ini melaksanakan ibadah haji.

    tapi, ketika ada surveyor datang …. yang ditunjukkan adalah rumah kakeknya.

    #angkatan 2015_asal jombang

    • Dian Novanto
      Reply

      silahkan anda menyerahkan data temuan anda kepada humas UNEJ melalui telp: 0331 330224 atau email: humas@unej.ac.id terimakasih.

  • mas rudi
    Reply

    Meski masih ada juga yang melakukan penipuan tapi gak jadi temuan …. apa ada kongkalikong dengan surveyos ??

    #di_jombang

Leave us a Comment