Selamat Jalan Prof. Ayu Sutarto,…..

Pemakaman Pak Ayu

Jember, 1 Maret 2016

Innalilahi wa innailaihi rojiun, keluarga besar Universitas Jember kehilangan putra terbaiknya. Guru besar Fakultas Sastra sekaligus budayawan, Prof. Dr. Sutarto atau yang lebih akrab dipanggil Pak Ayu Sutarto hari Selasa pagi (1/3) dipangil ke haribaan-Nya. Pak Ayu Sutarto meninggalkan kita semua setelah sekian lama berkutat dengan sakit yang menderanya. Almarhum dimakamkan sore hari itu juga di komplek pemakaman keluarga, setelah sebelumnya mendapatkan penghormatan dan disholatkan di masjid Al Hikmah Kampus Tegalboto.

Guru besar kelahiran Pacitan 21 September 1949 ini dikenal sebagai ilmuwan sekaligus budayawan yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan seni dan tradisi. Buktinya banyak sudah karya ilmiahnya berupa tulisan dan buku yang mengupas seni dan tradisi Indonesia. Sebut saja misalnya buku Kamus Budaya dan Religi Tengger, Kamus Budaya dan Religi Using, Mulut Bersambut: Sastra Lisan dan Folklor Lisan Sebagai Instrumen Politik Pada Era Soekarno dan Soeharto, dan karya-karya lainnya. Selain memiliki perhatian besar terhadap seni dan tradisi, ayah empat anak ini juga penulis yang aktif menuangkan pikirannya di media cetak nasional Indonesia, baik sebagai kolumnis maupun penulis cerpen dan novel.

Tidak berhenti di tataran wacana belaka, Pak Ayu Sutarto memiliki kepedulian yang besar terhadap pengembangan daya kreativitas anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Rumah pribadinya disulap sebagai lahan bermain bagi anak-anak di seputaran jalan Sumatera, lokasi kediamannya, sebagai perpustakaan sekaligus sebagai ruang bermain. Kiprahnya membina anak-anak ini diwadahi melalui Yayasan Untukmu Si Kecil. Menurut almarhum, rumah belajar ini didirikan sebagai salah satu cara memberikan pendidikan karakter kepada anak-anak. Salah satu caranya dengan mengenalkan berbagai permainan tradisional yang mampu membangun kerukunan dan menanamkan ke-Indonesiaan kepada anak-anak.

Diwarnai langit sore yang mendung, Rektor Universitas Jember, Moh. Hasan, bersama keluarga besar Universitas Jember melepas kepergian salah seorang putra terbaiknya. Dalam pidato pelepasannya, rektor memuji almarhum sebagai guru bagi banyak pendidik di Universitas Jember serta ilmuwan cum budayawan yang gigih berkarya. “Tidak hanya Universitas Jember yang kehilangan beliau, tapi Jember, Jawa Timur, Indonesia bahkan ASEAN. Oleh karena itu, mari kita lanjutkan perjuangan beliau,” kata rektor.

Bukti bahwa Pak Ayu Sutarto bukan hanya milik Universitas Jember, dibuktikan dengan kehadiran Wakil Bupati Jember, KH. Drs. Muqit Arief. Bahkan Wakil Bupati memimpin doa selepas sholat jenazah. Selamat jalan Pak Ayu Sutarto, jika gajah mati meninggalkan gading, cendekiawan sejati mati meninggalkan karya yang akan terus abadi. Budi baik dan jasa Bapak akan selalu kami kenang, dan semoga akan segera muncul Ayu Sutarto lain dari kampus Tegalboto. (iim)

Leave us a Comment