Kirab Onthel Nusantara II; Sehat dan Sejahtera Bersama Onthel dan Singkong

Jember, 8 November 2015

Semangat dan senyuman para onthelis sejati tak pernah pudar saat mengayuh sepeda kebanggaan mereka. Sambil melambaikan tangan kepada masyarakat yg menonton, mereka terus mengayuh sepeda kuno tersebut dengan beragam pakaian yang unik dan nyentrik. Tidak kurang dari 3000 peserta turut ngonthel bersama mereka dalam acara Kirab Onthel Nusantara 2015 yang digelar oleh Universitas Jember, (8/11)

Kirab Onthel Nusantara 2015  yang mengusung tema “Sehat dan Sejahtera bersama Onthel dan Singkong” tersebut di meriahkan oleh berbagai delegasi.  Tidak hanya itu saja, pameran benda-benda antik atau yang biasa disebut dengan kata klitikan juga menjadi pusat perhatian para pengunjung. Seperti para onderdil sepia kuno , pakaian unik , dan benda antik lainnya.

Usai mengayuh sepeda sejauh 20 km, para onthelis di suguhi dengan nasi goreng beras cerdas yang merupakan hasil dari diversifikasi pangan yang dikembangkan oleh Universitas Jember. Tak ayal sugeuhan tersebut di kerumuni oleh para pengunjung untuk menikmatinya.

Arif Mulawarma salah satu peserta kirab onthel yang datang dari Jawa Tengah menagatakan, selain untuk menjalin silaturrohim dengan para onthelis lainnya. Juga untuk studi banding kegiatan yg diadakan oleh Universitas Jember. “Jadi ketika kami mengadakan acara serupa, sudah tahu caranya ,” katanya.

Arif menambahkan ikatan emosional para penggemar sepeda kuno sangat kuat sehingga setiap tiba di beberapa kabupaten, pasti akan di sambut, “Jadi persaudaraan nya sangat kuat,” tegasnya.

Selain itu lanjut dia kegiatan bersepeda tersebut sebagai upaya untuk penanggulangan polusi udara. Karena dengan sepeda, bisa menciptakan lingkungan yang ramah. “Saya sangat apresiasi kegiatan ini” tambahnya.

Namun menurutnya kendala yang dihadapi untuk mengembalikan sepeda onthel sebagai alat transportasi adalah pembiasaan. Sebab untuk membudayakan generasi bersepeda, masih terkendala pada keamanan lalu lintas . “kami mau menerapkan pada anak anak, khawatir kecelakaan karna tidak di dukung lalu lintas yang aman,” jelasnya. (Mj)

Leave us a Comment