Saat Alumnus Universitas Jember Di DPR RI Pulang Ke Kampus Tegalboto,…

Jember, 8 Maret 2016

            Ada yang menarik saat Dr. H. Harry Azhar Azis, MA, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI memberikan kuliah umum di Universitas Jember (4/3). Selain ditemani para pejabat BPK di tingkat pusat dan provinsi, ada tiga orang anggota DPR RI yang turut mendampingi  ketua BPK RI. Mereka adalah Teuku Taufiqulhadi dari fraksi Nasional Demokrat, M. Nur Purnomosidi dan M. Sarmuji dari fraksi Golkar. Ketiganya adalah anggota Komisi XI DPR RI, bidang keuangan dan perbankan yang menjadi mitra BPK RI.

Ketiganya adalah alumnus Universitas Jember, dan kebetulan semuanya sempat merasakan kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Jika Teuku Taufiqulhadi lulusan jurusan Hubungan Internasional, M. Nur Purnamasidi dari jurusan Kesejahteraan Sosial, sementara M. Sarmuji menyelesaikan sarjananya di fakultas Ekonomi, kemudian melanjutkan pascasarjana di magister Ilmu Administrasi. Tidak berlebihan jika kunjungan mereka menemani Ketua BPK RI, sekaligus juga pulang kampung ke Kampus Tegalboto.

“Ini rumah saya, kami besar dan ditempa di Universitas Jember,” kata Taufiqulhadi memulai sambutannya. Taufiq, begitu dia akrab disapa, kemudian mengingat masa-masa di tahun 1981 saat dirinya mulai menginjakkan kaki di kampus Tegalboto. Jauh-jauh merantau dari Sigli, Aceh, Taufiq muda yakin akan pilihannya untuk menuntut ilmu di Universitas Jember. “Saya yakin Universitas Jember perguruan tinggi yang bagus, jika tidak buat apa saya jauh-jauh dari Aceh ke Jember,” tutur Taufiq disambut tepuk tangan hadirin yang didominasi mahasiswa Universitas Jember.

Kenangan Taufiq saat menempuh ilmu di Kampus Tegalboto disambung oleh koleganya, M. Nur Purnamasidi atau yang lebih dikenal sebagai Bang Pur. Bang Pur, politisi asal Golkar ini menceritakan kisahnya dari Jakarta ke Jember untuk kuliah. “Saya beli peta pulau Jawa, setiap kali bus yang saya tumpangi berhenti di sebuah kota, saya tandai letak kota itu di peta. Karena waktu itu Jember masih belum dikenal banyak orang, tapi saya yakin pilihan saya untuk kuliah di Universitas Jember tidak salah. Dan buktinya, saya bisa bersaing untuk ke Senayan,” ujarnya memberikan motivasi kepada mahasiswa Universitas Jember.

Lain lagi dengan M. Sarmuji, pria asal Surabaya ini mengingat keberadaan warung kopi yang tersebar di seputaran Kampus Tegalboto sebagai salah satu tempat menimba ilmu selain di bangku kuliah. “Di warung kopi tersebut kami bisa berdiskusi apa saja, mulai dari tugas kuliah hingga permasalahan negara. Keberadaan warung kopi ini yang membedakan kampus Tegalboto dengan kampus-kampus lainnya,” kata wakil rakyat dari dapil VI Jawa Timur yang meliputi kediri, Tulungagung dan Blitar ini.

Dalam sambutannya, M. Sarmuji juga mendorong agar mahasiswa tidak alergi dengan dunia politik. Menurutnya kampus sebagai tempat mendidik kaum intelektual berpotensi menyumbangkan politikus yang mumpuni dengan integritas moral tinggi. “Selepas lulus nanti  jangan ragu masuk ke dunia politik, mari warnai politik dengan daya intelektualitas agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa,” urai Sarmuji yang sempat menjadi Ketua Umum HMI cabang Jember tahun 1998-2000. Pendapat Sarmuji mendapatkan dukungan dari rekannya, Bang Pur. “Saya ingin buktikan bahwa stigma anggota DPR malas itu tidak benar, bisa dicek, setiap bulan saya datang langsung ke dapil saya di Jember dan Lumajang. Sebab jika jadi anggota DPR tapi malas, nanti yang malu juga Universitas Jember,” kata Bang Pur yang dulu semasa mahasiswa aktif di PMII.

Tidak sekedar menceritakan masa kuliah di hadapan mahasiswa, ketiga alumnus Universitas Jember tadi, merencanakan menggalang alumnus Universitas Jember lainnya yang menjadi anggota DPR RI, untuk membantu almamater tercinta. “Ada tiga lagi alumnus Universitas Jember yang menjadi anggota DPR RI, mereka adalah Arif Wibowo dan Nursuhud dari fraksi PDI-P, serta Gatot Sudjito dari fraksi Golkar. Nanti kami akan bicarakan lagi, apa yang bisa kita bantu untuk Kampus Tegalboto tercinta,” tutur Taufiq yang juga dikenal sebagai wartawan senior ini.

Tidak hanya berniat membantu Universitas Jember, bagi Taufiq dan Bang Pur yang berangkat dari Dapil Jawa Timur IV, mengembangkan Jember dan Lumajang, adalah kewajiban. Seperti yang disampaikan oleh Taufiq, Jember memiliki potensi yang luar biasa, namun sayangnya beberapa tahun ini prestasinya malah melorot dibandingkan kabupaten lain di Jawa Timur. “Harus ada sinergi diantara semua pemangku kepentingan, dari pemerintah kabupaten Jember, kalangan akademisi seperti Universitas Jember, dan wakil rakyat, agar Jember menjadi lebih baik lagi,” urai Taufiq.

Tekad alumnus Universitas Jember yang berencana membantu almamaternya, mendapatkan apresiasi dari Rektor Universitas Jember, Moh. Hasan. Menurutnya saat ini sudah banyak alumnus Universitas Jember yang berkiprah baik di tingkat regional maupun nasional, di berbagai bidang. Oleh karena itu Universitas Jember terus berusaha menjalin dan membina jejaring di antara alumni Universitas Jember, termasuk melalui Keluarga Alumni Universitas Jember (Kauje). “Walaupun mereka berbeda partai politik, khusus untuk Universitas Jember mereka bersatu padu,” canda Moh. Hasan disambut tawa hadirin yang memenuhi Gedung Soetardjo. (iim).

Leave us a Comment