Rektor Canangkan Kebangkitan Universitas Jember Sebagai Pusat Keunggulan Bioteknologi

 

Jember, 20 Mei 2016.

Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2016, Rektor Universitas Jember mencanangkan kebangkitan Universitas Jember sebagai pusat keunggulan bioteknologi. “Universitas Jember telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sebagai pusat keunggulan untuk bidang bioteknologi. Oleh karena itu mari kita satukan tekad, bekerja keras untuk bangkit mewujudkan Universitas Jember sebagai pusat bioteknologi yang benar-benar unggul,” tegas Moh. Hasan dihadapan sivitas akademika yang mengikuti upacara peringatan Harkitnas 2016 di lapangan upacara kampus Tegalboto (20/5).

 Menurut Moh. Hasan, penunjukan Universitas Jember sebagai pusat keunggulan bioteknologi didasarkan pada prestasi yang sudah dicapai oleh para peneliti di Universitas Jember, khususnya para peneliti yang tergabung dalam Center for Development of Advanced Technology (CDAST). Nantinya fokus utama pengembangan bioteknologi di Universitas Jember ada pada bidang pertanian dan kesehatan. “Para peneliti CDAST Universitas Jember sudah membuktikan dengan produk tebu transgenik tahan kering, tebu rendemen tinggi dan padi transgenik dari jenis golden rice. Sementara di bidang kesehatan ada penelitian mengenai vaksin untuk penyakit malaria,” kata Rektor.

Oleh karena itu, dalam pidato upacaranya, Moh. Hasan sekali lagi meminta segenap keluarga besar kampus Tegalboto baik tenaga pendidik dan kependidikan, serta mahasiswa bersatu guna bangkit mewujudkan Universitas Jember sebagai pusat keunggulan bioteknologi. “Insya Allah pada tahun 2020, Universitas Jember bakal menjadi pusat keunggulan bioteknologi yang disegani, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” pungkas Rektor Universitas Jember.

Untuk diketahui, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penetapan Universitas Jember sebagai pusat keunggulan bioteknologi telah ditandatangani oleh Rektor Universitas Jember dengan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir, di Jakarta pada hari Kamis (19/5). Selain Universitas Jember, Kemenristekdikti menetapkan Universitas Negeri Malang sebagai pusat keunggulan inovasi pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sebagai pusat keunggulan teknologi ketahanan pangan, dan  Universitas Mulawarman sebagai pusat keunggulan kajian tropis untuk tanaman dan penyakit. Nantinya pemerintah akan menggelontorkan dana sebesar 189 juta dollar sampai tahun 2019 kepada empat perguruan tinggi tadi. Dana tersebut berasal dari pinjaman Islamic Development Bank. (iim)

Leave us a Comment