Rachmat Hidayat: Plagiarisme Mandulkan Penelitian Perguruan Tinggi

fisip_UNEJ-768×432

Jember, 27 Juli 2018

Rachmat Hidayat, S.Sos, MPA, Ph.D ketua program studi Magister Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember mengatakan, tindakan plagiasi selain dapat merusak citra lembaga juga menghambat kemajuan suatu perguruan tinggi. Karena menurut Rachmat tindakan plagiasi dapat memandulkan penelitian yang para dosen ataupun mahasiswa. Pernyataan itu disampaikan dalam acara workshop dengan tema “Peningkatan Kualitas Dosen Dan Mahasiswa Melalui Pelatihan Endnote Dan Turnitin” di ruang 131 FISIP UNEJ, (27/07).

“Budaya plagiarisme ini sangat berbahaya bagi sebuah perguruan tinggi. Karena plagiat itu ibarat racun yang akan menghambat kemajuan penelitian di suatu perguruan tinggi. Plagiat itu kan hanya pengulangan dari penelitian sebelumnya, mana mungkin bisa berkembang penelitiannya jika isinya hanya pengulangan dari penelitian yang sudah ada,” ujar Rachmat.

Rachmat mengatakan, perguruan tinggi harus memiliki mekanisme ataupun sistem yang dapat mengurangi dan menekan plagiarisme dikalangan akademisi. Oleh karena itu menurut Rachmat peningkatan kualitas dosen dan mahasiswa melalui workshop maupun pelatihan perlu untuk terus digalakkan.

“Seperti halnya workshop yang kami selenggarakan sejak kemarin (26/7) hingga hari ini, kami memberikan pelatihan kepada para mahasiswa dan dosen bagaimana mengutip dengan mudah tepat dan sesuai kaidah yang berlaku, dengan menggunakan aplikasi Turnitin dosen dapat mengecek orisinalitas artikel dari mahasiswanya” imbuh Rachmat.

Rachmat mengatakan, rupanya para dosen dan mahasiswa memiliki minat yang cukup besar untuk mengikuti acara tersebut. Hal itu ditunjukan membludaknya jumlah peserta yang hadir baik dari kalangan dosen ataupun mahasiswa pascasarjana.

“Target kami sebenarnya hanya 50 peserta ternyata pesertanya sejak kemarin lebih dari 100 orang. Akibatnya beberapa peserta yang datang terlambat tidak kebagian tempat duduk. Beruntungnya masih ada kursi cadangan sehingga semuanya bisa mengikuti workshop sampai tuntas,” pungkas Rachmat.(mun)