Puskapsi Fakultas Hukum Universitas Jember Hadirkan Pakar, Bahas Kondisi Hukum di Indonesia

Jember, 19 Desember 2016

Pusat Kajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Fakultas Hukum Universitas Jember menggelar kegiatan Konferensi Hukum Nasional yang dihadiri oleh para pakar dan pemangku kepentingan bidang hukum di Indonesia. Para pakar yang hadir antara lain ahli hukum tata negara, Refly Harun, guru besar hukum Prof. Dr. Saldi Isra dari Universitas Andalas, dan pegiat gerakan anti korupsi dari Universitas Gadjah Mada, Zainal Arifin Mochtar. Sementara dari pihak penegak hukum hadir perwakilan dari Kementerian Hukum dan HAM, Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, Kejaksaan Agung, Polri dan lainnya. Hadir pula mantan Ketua KPK periode 2007-2009, Antasari Azhar.

Selama dua hari (16-17/12), sembilan belas pembicara berdiskusi mengenai refleksi kondisi hukum Indonesia di tahun 2016, dan proyeksi hukum Indonesia untuk tahun depan. Menurut Ketua Puskapsi, Bayu Dwi Anggono, kegiatan ini diharapkan menghasilkan  rekomendasi akademik dan langkah-langkah kebijakan strategis untuk melakukan reformasi di bidang hukum di Indonesia. “Ada empat tema reformasi hukum yang dibahas oleh para pakar dan para pemangku kepentingan, yakni reformasi regulasi, reformasi penegakan hukum, reformasi peradilan, dan reformasi budaya hukum,” jelas Bayu Anggono. Kegiatan kali ini terwujud atas kerjasama Puskapsi Fakultas Hukum Universitas Jember, Kementerian Hukum dan HAM, serta Pemkab Jember.

Sementara itu dalam sambutan pembukaannya, Rektor Universitas Jember mengapresiasi inisiatif Puskapsi menyelenggarakan kegiatan konferensi hukum nasional. Menurut Moch. Hasan, butuh kerja keras mengumpulkan para pakar hukum dan pemangku kepentingan di bidang hukum di Indonesia, untuk bisa duduk bersama membahas permasalahan hukum di Indonesia. “Semoga kegiatan ini mampu menghasilkan rekomendasi yang benar-benar mampu mereformasi hukum di Indonesia, dan dicatat sebagai kontribusi Universitas Jember untuk Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan konferensi diawali dengan penandatanganan Pakta Integritas Jember Siap Sukseskan Reformasi Hukum oleh seluruh kepala SKPD di lingkungan Pemkab Jember yang disaksikan langsung oleh Bupati Jember beserta Muspida, dan Rektor Universitas Jember. Diteruskan dengan paparan Ketua MK, Prof. Dr. Arief Hidayat. Pada hari pertama ini, para peserta yang terdiri dari para akademisi, mahasiswa dan pemangku kepentingan di bidang hukum membahas reformasi regulasi dan penegakan hukum.

Hari kedua, dilanjutkan dengan pembahasan mengenai reformasi peradilan dan budaya hukum. Sesi reformasi peradilan makin menarik dengan kehadiran mantan ketua KPK, Antasari Azhar yang untuk kali pertama muncul dalam sebuah forum ilmiah. Banyak pengalaman dan pelajaran yang didapatkan para peserta dari mantan jaksa ini, mulai dari yang unik hingga yang serius. “Saat di tahanan, saya bertemu dengan mereka yang dulu saya jebloskan ke penjara, hanya beda kamar saja,” kisahnya disambut tawa peserta.

Khusus di bidang pemberantasan korupsi, Antasari Azhar meminta Dirjen Perundang-Undangan, Prof. Dr. Widodo Eka Tjahjana, yang turut hadir untuk mereformasi Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pasalnya selama ini banyak koruptor yang lebih memilih menjalani tahanan, daripada membayar denda. “Lebih baik sita saja harta bendanya untuk melunasi denda,” katanya tegas. (iim)

Leave us a Comment