PSPA Fakultas Farmasi Universitas Jember Makin Diminati

Jember, 22 September 2016

farmasi2

            Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Fakultas Farmasi Universitas Jember makin diminati, tidak hanya oleh lulusan Fakultas Farmasi Universitas Jember sendiri, namun lulusan Fakultas Farmasi dari perguruan tinggi lain. Kepercayaan ini menunjukkan bahwa PSPA Fakultas Farmasi Universitas Jember telah mampu mencetak apoteker profesional. Hal ini disampaikan oleh Dekan Fakultas Farmasi Universitas Jember, Lestyo Wulandari, di sela-sela acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Apoteker angkatan III di Gedung Soetardjo (21/9).

            Menurut Lestyo Wulandari, kepercayaan ini tampak dari grafik asal pendaftar di PSPA Fakultas Farmasi. Jika pada angkatan awal, pendaftar PSPA didominasi oleh lulusan Fakultas Farmasi Universitas Jember, kini lulusan Fakultas Farmasi dari perguruan tinggi lain juga bergabung. “Seperti di PSPA angkatan kelima tahun ini, dari 66 peserta, terdapat 15 pendaftar dari perguruan tinggi lain di Jawa Timur,” jelas Lestyo. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa PSPA Fakultas Farmasi makin diminati, apalagi Fakultas Farmasi memiliki fokus keunggulan pada pengembangan obat herbal yang berasal dari tanaman obat Indonesia.

            Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Farmasi berpesan agar lulusan PSPA angkatan III terus belajar menambah wawasan keilmuan agar dapat berkiprah secara nasional maupun internasional, menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan sejawat sesama profesi bidang kesehatan, menjunjung tinggi etika dan sumpah profesi serta dapat memelihara nama baik almamater. Dalam acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Apoteker angkatan III, diikuti oleh 62 peserta yang sudah menyelesaikan  seluruh proses pendidikan di PSPA, sekaligus telah lolos uji kompetensi Apoteker. Predikat lulusan Apoteker terbaik diraih oleh  Eka Mustika Wati, S.Farm., Apt., dengan IPK 3,86.

            Sementara itu, anggota Komite Farmasi Nasional, Susana Indah Astuti, mengharapkan para apoteker baru, mampu mengabdikan ilmunya bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya tidak dapat dipungkiri bahwa lini pelayanan kefarmasian yang berhubungan langsung dengan masyarakat merupakan titik terlemah dari pekerjaan kefarmasian. “Para apoteker harus senantiasa berada di tengah masyarakat untuk melakukan praktek profesi langsung, serta bertindak sebagai mitra profesi bagi tenaga kesehatan lainnya untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik,” kata Susana.

Pesan senada juga diutarakan oleh Selain itu, pengurus Ikatan Apoteker Indonesia Pusat, Endang Adriani. Menurutnya, saat ini permasalahan kesehatan makin kompleks , oleh karena itu perlu pendekatan yang lebih holistik  terhadap pengobatan. Hal ini memberi peluang kepada para apoteker di Indonesia untuk menempati posisi strategis di semua lini mata rantai pengelolaan obat.  Sementara, Rektor Universitas Jember, Moh. Hasan,  yakin bahwa PSPA Fakultas Farmasi Universitas Jember mampu menghasilkan lulusan apoteker yang professional. (nis)

Leave us a Comment