PSIK Universitas Jember Gelar Seminar Internasional Tingkat ASEAN

Jember, 17 November 2015

Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Jember gelar seminar internasional peningkatan kompetensi keperawatan. Seminar internasional ini terselenggara atas kerjasama PSIK Universitas Jember dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) se Karisedenan Besuki yang menghadirkan pemateri dari lima negara (Jepang, Thailan, Philipina, Taiwan, Indonesia).

Dalam sambutannya Ns. Lantin Setyorini S.Kep.M.Kes Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Jember mengatakan, seminar digelar di Hotel Aston pada tanggal 14-15 November ini merupakan agenda yang penting.

“Profesi keperawatan adalah profesi di bidang kesehatan yang memiliki jumlah paling besar di Indonesia dan berpotensi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan seminar ini adalah langkah awal kami untuk berkontribusi dalam menciptakan perawat-perawat yang handal,” uajarnya.

Lantin menjelaskan, dalam seminar yang mengusung tema ASEAN Community 2015 Era, One Vision, One Identity, One Community merupakan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Ini adalah komitmen kami (PSIK Universitas Jember dan STIKES se Karisedenan Besuki) dalam upaya peningkatan kualitas perawat untuk mengantisipasi persaingan kinerja di tingkat ASEAN Oleh karena itu, peningkatan kerjasama pendidikan tinggi keperawatan baik nasional maupun internasional penting dilakukan,” ujar Lantin.

Lantin menambahkan seminar ini merupakan kegiatan yang sangat menarik untuk diikuti karena membahas mengenai Kebijakan global tentang peningkatan derajat kesehatan masyarakat. “Meliputi program Millennium Development Goals (MDGs) dan Sustainable Development Goals (SDG’s) tidak hanya ditujukan bagi negara maju tetapi juga negara berkembang termasuk Indonesia” imbuh Lantin.

Lebih jauh Lantin menjelaskan, salah satu strategi mencapai target kesehatan masyarakat berdasarkan MDG’s maupun SDG’s adalah prevensi (pencegahan) baik primer, sekunder, maupun tersier berbasis pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu menurutnya, perawat memiliki tanggung jawab dalam pencapaian tujuan tersebut.

“Ini kan nanti juga ada pemaparan hasil-hasil penelitian dari perkembangan dunia keperawatan yang dilakukan oleh pemateri dari 5 negara termasuk Indonesia,” lanjut Lantin. Lantin berharap dari hasil penelitian yang didesiminasikan diharapkan sebagai pertimbangan pengabdian masyarakat selanjutnya. (Mj)

Leave us a Comment