PSIK, Mengabdi Untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat

Jember, 18 Desember 2015

Peningkatan Partisipasi Petani Dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri Dalam Mencegah Penularan Skabies Dan ISPA Di Dusun Slangak Dan Dusun Krajan Desa Sumberjambe Kecamatan Sumberjambe Jember

Keadaan sehat pada individu terutama sehat pada kelompok usia produktif merupakan investasi berharga dalam upaya peningkatan produktifitas kerja, sehingga menjadi hal penting adalah menjaga kesehatan dibandingkan menangani masalah kesehatan. Kesadaran untuk memelihara kesehatan, mencegah masalah kesehatan dan meningkatkan kesehatan masih kurang ada, sehingga perlu adanya kegiatan yang mengingatkan hal tersebut pada masyarakat terutama masyarakat yang berisiko. Salah satu masyarakat yang berisiko kesehatan kerja adalah masyarakat Sumberjambe. Lebih dari 50% kerja penduduk Desa Sumberjambe sebagai petani dan buruh tani dan sebagian besar penduduk Desa Sumberjambe berada pada usia produktif.

Penyebab masalah kesehatan yang terbanyak adalah kebersihan diri dan lingkungan dengan juga adanya pemeliharaan hewan ternak yang kurang bersih serta kurangnya penggunaan alat pelindung diri saat bekerja yang mengakibatkan dermatitis dan tertular skabies dari anggota keluarga. Kegiatan pembakaran, penyemprotan pestisida, penggemburan tanah, pemberian pupuk, penanaman bibit merupakan beberapa kegiatan petani yang juga dapat menjadi paparan untuk terjadi masalah kesehatan pada saluran pernafasan dan gangguan kulit. Keluhan petani saat mengalami masalah kesehatan justru mengakibatkan produktifitas kerja menurun dan berisiko penurunan kesejahteraan petani dan keluarga.

Masalah ISPA lebih dari 25% di Krajan dan lebih dari 40% di Slangak terutama dengan faktor adanya proses pembakaran saat paska panen. Lebih dari 20% keluarga mengeluhkan skabies di Dusun Slangak dan Dusun Krajan, masalah ini mengganggu kenyamanan saat beraktifitas sehari-hari termasuk pada petani yang mengalami skabies menjadi mengalami gangguan tidur karena rasa gatal yang diakibatkan tungau skabies pada malam hari dan membuat produktifitas saat bertani menurun, serta mengalami infeksi sekunder yang dapat menbahayakan (Laporan Profesi Komunitas 2015).

Perawat di  Puskesmas Sumberjambe menyatakan adanya keterbatasan kemampuan dalam pemberian promosi kesehatan pada pelayanan dan masih menekankan pada penanganan pasien yang ada di Puskesmas. Pihak Puskesmas menyatakan membutuhkan bantuan dalam membangun partisipasi aktif masyarakat termasuk para petani dalam upaya untuk meminimalkan angka kejadian dan peningkatan status kesehatan petani dan keluarga. Pihak Puskesmas juga menyampaikan sekitar 300 kasus di Puskesmas Sumberjambe setiap bulannya terkait mengenai kesehatan dan keselamatan kerja dari masyarakat petani di Kecamatan Sumberjambe, hal ini menyatakan masil lemahnya kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Sehingga pelaksanaan program kegiatan pengabdian masyarakat  yang diselenggarakan PSIK-UPT.LPM UNEJ sangat bermanfaat bagi Puskesmas dan khususnya masyarakat sebagai penerima pelayanan sebagai upaya meningkatkan kepedulian untuk menggunakan APD saat bekerja di pertanian yang dapat mencegah terjadi masalah kesehatan dan keselamatan kerja termasuk penularan Skabies dan ISPA.

Pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan rangkaian kegiatan, khususnya memberikan pendidikan kesehatan pada masyarakat mengenai perilaku layak untuk petani sehat (PLPS) dalam bentuk pelatihan dan lomba sebagai suatu strategi untuk meningkatkan motivasi dalam pembentukan perilaku baru yaitu penggunaan alat pelindung diri pada petani, dengan melibatkan aktif kepala desa, kepala dusun, ketua RW/RT dan kader posyandu dari dusun Slangak dan Krajan dengan koordinasi dan pemateri penyuluhan kesehatan dari  Puskesmas Sumberjambe, yang dapat menginformasikan penyuluhan sesuai dengan situasi masyarakat Sumberjambe. Kegiatan ini berlangsung sampai dengan akhir Desember 2015 dengan dukungan dari kecamatan sumberjambe, kepala desa sumberjambe, kepala dusun Slangak dan Krajan serta khususnya Puskesmas Sumberjambe, pihak-pihak tersebut mengikuti dan menghadiri serta berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan pengabdian ini.

Hasil yang didapatkan adalah adanya peningkatan pengetahuan petani mengenai APD (85% nilai post test melebihi nilai rata-rata pre test), petani menjadi mengetahui cara penggunaan APD termasuk cara mencegah penularan Skabies dan ISPA, seperti menggunakan baju lengan panjang saat bekerja dan menggunakan sarung tangan, serta tidak mandi di air yang tergenang, tidak berkontak langsung dengan penderita Skabies serta menggunakan masker N-95 yang dimiliki sendiri dan tidak digunakan bergantian dengan orang lain untuk mencegah ISPA dan mengupayakan meminimalkan polusi udara termasuk membakar sisa panen, serta petani menjadi tahu upaya untuk meningkatkan kebersihan lingkungan dan memelihara kebersihan diri  serta perilaku sehat. Hasil utamanya adalah terbentuknya koordinator-koordinator PLPS yang diharapkan dapat meningkatkan motivasi petani dalam upaya mencegah terjangkit penyakit atau masalah kesehatan dan dapat  meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya mencapai kesehatan, memelihara kesehatan dan mencegah terjadinya masalah kesehatan akhirnya akan tercapai petani sehat, petani sejahtera menuju masyarakat yang sejahtera. (Hany- Sis-satar)

Leave us a Comment